BP Batam Teken Dua Nota Kesepahaman untuk Percepat Investasi dan Listrik di KEK Tanjung Sauh, Target Beroperasi Desember 2026

Penulis: Bastian Sihombing  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 15:49:01 WIB
BP Batam menandatangani dua nota kesepahaman dengan Panbil Group dan PT PLN Batam untuk mempercepat investasi dan penguatan kelistrikan di KEK Tanjung Sauh.

BATAM — Dua nota kesepahaman diteken dalam satu hari untuk mendorong realisasi investasi di KEK Tanjung Sauh. Langkah ini diambil BP Batam bersama Panbil Group dan PT PLN Batam untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan rumah tangga di Batam.

Dua Kesepakatan yang Diteken

Nota kesepahaman pertama ditandatangani antara BP Batam dan PT Nusatama Properta Panbil. Isinya mencakup dukungan investasi dan percepatan perizinan di KEK Tanjung Sauh. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil, Johanes Kennedy Aritonang.

Kesepakatan kedua melibatkan PT PLN Batam dan PT Panbil Utilitas Sentosa. Nota kesepahaman ini fokus pada kerja sama penguatan keandalan sistem kelistrikan PLN Batam. Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, dan Direktur Utama PT Panbil Utilitas Sentosa, Frans Richard Leonard, menandatangani langsung dokumen tersebut.

PLTU 300 MW untuk Batam dan Bintan

Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, menyatakan perusahaannya tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh. Tahap pertama berkapasitas 300 megawatt (MW) ditargetkan mulai memasok listrik ke Batam dan Bintan pada Desember 2026. Unit kedua dijadwalkan beroperasi pada Maret 2027.

“Keberadaan PLTU Tanjung Sauh didukung oleh lokasi yang strategis dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan yang telah ada, sehingga mampu saling melengkapi dengan PLTU Tanjung Kasam,” ujar Johanes dalam keterangan resminya.

Angin Segar bagi Pasokan Listrik Batam

Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menilai kehadiran pembangkit baru ini menjadi tambahan pasokan krusial di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Menurutnya, pertumbuhan investasi dan kebutuhan rumah tangga terus mendorong permintaan listrik yang lebih besar dan andal.

“Pertumbuhan investasi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar dan andal. Di sisi lain, kebutuhan listrik dari sektor industri maupun rumah tangga juga terus meningkat. Karena itu, kehadiran KEK Tanjung Sauh menjadi angin segar bagi PLN Batam dalam menjaga keandalan pasokan listrik,” kata Kwin.

Target: Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara BP Batam, Panbil Group, dan PT PLN Batam. Ia berharap kerja sama ini mampu memperkuat posisi Tanjung Sauh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing Batam di tingkat regional.

“Semoga kerja sama dan kontribusi yang kita bangun bersama ini mampu memberikan manfaat nyata bagi percepatan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: durasi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top