BATAM — PP Perbasi memanfaatkan gelaran FIBA 3x3 Women’s Series Batam sebagai ajang uji coba sekaligus pemusatan latihan bagi tim nasional putri. Turnamen internasional ini menjadi bagian dari grand design pembinaan basket 3x3 Indonesia untuk meningkatkan daya saing di level dunia.
Sekretaris Jenderal PP Perbasi Nirmala Dewi menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama tim nasional pada turnamen tersebut. Menurutnya, yang lebih krusial adalah bagaimana para atlet memperoleh pengalaman bertanding melawan tim-tim kelas dunia.
“Saya tidak ingin mengatakan anak-anak kurang maksimal. Mereka sudah memberikan yang terbaik. Ini merupakan kejuaraan yang diikuti pemain-pemain kelas dunia. Menang atau kalah, pengalaman seperti ini sangat penting untuk perkembangan mereka,” ujar Nirmala di Batam, Kamis.
Dia menambahkan, menghadapi tim-tim terbaik dunia menjadi kesempatan penting bagi para pemain Indonesia untuk mengasah kemampuan sebelum tampil pada Asian Games yang akan digelar dalam waktu dekat.
Nirmala mengungkapkan bahwa grand design besar Perbasi adalah menuju Olimpiade. Karena itu, pihaknya menggelar Women’s Series dan Challenger di beberapa kota, termasuk Batam.
“Hari ini juga menjadi bagian dari training camp tim nasional menuju Asian Games. Selain itu, ini juga menjadi uji coba sekaligus kesempatan mengumpulkan poin menuju Olimpiade,” kata Nirmala.
Ia berharap Indonesia dapat memanfaatkan status sebagai tuan rumah untuk menambah poin peringkat dunia. Namun, apabila target tersebut belum tercapai, tim nasional akan terus mengikuti seri-seri internasional lainnya.
Pemilihan Batam sebagai tuan rumah dinilai strategis. Nirmala menyebutkan kota ini memiliki akses internasional yang mudah melalui Singapura, didukung penuh pemerintah daerah, serta tengah berkembang sebagai destinasi wisata dan kawasan ekonomi.
“Batam sedang menggeliat mempromosikan wisatanya. Letaknya juga dekat dengan Singapura sehingga memudahkan para peserta datang. Dari Singapura cukup sekitar 50 menit menggunakan kapal feri sudah tiba di Batam,” ujarnya.
Nirmala juga menilai penyelenggaraan FIBA 3x3 Women’s Series Batam berlangsung sesuai standar internasional, meskipun dipersiapkan dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Ketua Perbasi Kepulauan Riau Suhadi berharap kejuaraan ini menjadi momentum meningkatkan pembinaan bola basket di daerah sekaligus memperkuat citra Batam sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional.
“Kami berharap kejuaraan ini memberikan animo besar terhadap perkembangan bola basket di Batam. Ke depan Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism yang mampu menggelar event internasional,” kata Suhadi.
Ia mengajak masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Batam, untuk memberikan dukungan langsung kepada tim nasional selama kejuaraan berlangsung.
FIBA 3x3 Women’s Series dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Juli 2026, kemudian dilanjutkan FIBA 3x3 Challenger Putra pada 25-26 Juli 2026. Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian.
Pada kategori putri, sejumlah negara yang akan bertanding antara lain Belanda, Mongolia, Prancis, Latvia, Jepang, Slovakia, China, Thailand, Vietnam, Filipina, serta Indonesia. Sementara itu, kategori putra diperkirakan berlangsung sengit dengan kehadiran sejumlah tim elite dunia, termasuk Serbia yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama basket 3x3 internasional.