LINGGA — Latihan terintegrasi trimatra TNI di Kabupaten Lingga tidak hanya menguji kemampuan tempur, tetapi juga mencakup Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Rangkaian kegiatan bakti sosial dan bakti kemasyarakatan disebut melibatkan lebih dari 12 ribu personel dari tiga matra.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan latihan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban TNI kepada pemerintah dan masyarakat atas kepercayaan dalam menjaga kedaulatan negara.
"Kami ingin menunjukkan bahwa TNI profesional dengan personel dan material yang dimiliki, serta siap melaksanakan tugas sesuai amanat undang-undang, baik Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang, hingga menjaga wilayah terluar dan terpencil Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya di Lingga, Selasa.
Salah satu materi utama yang diuji adalah kemampuan infiltrasi udara melalui penerjunan KDOL di sekitar Drop Zone (DZ) Bandara Dabo Singkep. Sebanyak 13 personel Dalpur Denmatra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan 12 personel Yonif 328 diterjunkan untuk mengamankan daerah sasaran.
Mereka bertugas menandai lokasi pendaratan, melakukan observasi medan, serta memberikan informasi mengenai kondisi wilayah dan situasi musuh sebelum penerjunan pasukan utama. Materi ini mengintegrasikan kemampuan pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27 Biak, Korpasgat, dan Yonif 328.
Latihan yang ditinjau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono ini bertujuan memastikan efektivitas komando dan pengendalian operasi.
"Latihan juga bertujuan memastikan Panglima TNI dapat melaksanakan komando dan pengendalian operasi secara efektif hingga ke unit paling bawah," kata Muhammad Nas.
Melalui latihan ini, TNI berharap interoperabilitas antarmatra semakin kuat sehingga pelaksanaan operasi gabungan dapat berlangsung lebih efektif dalam menghadapi berbagai ancaman serta mendukung kesiapan pertahanan negara.