Ketua Umum PWI Pusat Cak Munir Tegaskan KJK di Kepri Bukan Lembaga Tandingan, UKW Wajib di Bawah PWI Kepri

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:51:01 WIB
Cak Munir menegaskan KJK merupakan perpanjangan tangan PWI Kepri, bukan lembaga tandingan.

BATAM — Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir yang akrab disapa Cak Munir memastikan tidak ada dualisme kepemimpinan di tubuh organisasi wartawan di Kepulauan Riau. Keberadaan Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) diposisikan sebagai perpanjangan tangan PWI Kepri, bukan entitas yang berdiri setara.

"KJK harus jadi perpanjangan tangan PWI Kepri. Aturannya jelas, kalau menggunakan lembaga uji PWI untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), seluruhnya wajib berada di bawah PWI Kepri. KJK tidak memiliki kewenangan menyelenggarakan UKW," tegas Cak Munir dalam pertemuan di Golden Prawn, Batam, Selasa (4/8/2026) malam.

Wacana Format "KJK-PWI" dalam UKW Ditolak PWI Pusat

Pernyataan Cak Munir sekaligus meluruskan usulan Ketua KJK Ady Indra Pawennari yang sempat mencuat mengenai potensi penggunaan narasi gabungan "KJK-PWI" dalam kegiatan UKW. PWI Pusat secara tegas menolak format tersebut demi menjaga tertib tata kelola dan hierarki organisasi.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari mengingatkan pentingnya etika berorganisasi. Menurutnya, PWI merupakan rumah besar dengan aturan main tunggal yang tidak mengenal struktur tandingan dalam bentuk apa pun.

"Kalau mau berkompetisi atau bersaing secara positif, silakan di dalam PWI Kepri. Jangan membuat wadah yang seolah menjadi tandingan PWI Kepri. KJK harus tetap berada dalam ruang dan koordinasi PWI," ujar Atal.

PWI Kepri Buka Posisi Strategis untuk Anggota KJK

Meski sempat diwarnai dinamika adu argumen yang bernas, pertemuan tersebut berjalan penuh kedewasaan. Pengurus PWI Kepri menunjukkan kebesaran hati dengan membuka pintu kolaborasi secara terbuka, termasuk menawarkan sejumlah posisi strategis yang masih lowong dalam kepengurusan kepada para anggota PWI yang berhimpun di KJK.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan pihaknya selalu terbuka untuk berangkulan dengan seluruh anggota. Namun, ketaatan pada konstitusi organisasi adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

"Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi. Namun, seluruh anggota PWI Kepri, termasuk yang berada di KJK, tentunya harus tunduk pada aturan main organisasi dan berkoordinasi resmi dengan PWI Kepri," kata Saibansah.

Anggota KJK Legowo Tetap Menjadi Anggota Biasa PWI

Respons positif datang dari para anggota KJK yang hadir. Novianto, salah satu anggota KJK, menyatakan kesiapannya untuk tetap berada dalam garis organisasi sebagai anggota biasa.

"Kami legowo tetap menjadi anggota biasa. Jiwa saya adalah PWI, dan insyaallah selamanya akan berada di sini," ungkap Novianto.

Hal senada disampaikan Ady Indra Pawennari. Ia menegaskan, meski dipercaya memimpin KJK, dirinya tetap menempatkan PWI sebagai rumah besar tempatnya bernaung.

Cak Munir menambahkan bahwa sebetulnya tidak ada isu substantif terkait dualisme di Kepri karena persoalan masa lalu sudah lama selesai. KJK hanyalah wadah komunitas tempat berhimpun sebagian anggota PWI Kepri, bukan entitas terpisah dari institusi PWI.

Pertemuan yang berlangsung dalam bingkai diskusi dan makan malam itu ditutup dengan kehangatan, salam-salaman, dan foto bersama. Momen ini menjadi penanda jelas: PWI Kepri tetap satu tata kelola, satu garis komando, dan satu rumah besar bagi seluruh wartawan yang bernaung di dalamnya.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: centralnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top