NATUNA — Sebanyak 30 pelajar asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dipastikan melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Pengadaan Nasional (Polteknas) Pekanbaru tanpa dipungut biaya kuliah. Mereka adalah peserta yang lolos seleksi ketat dari total 50 pendaftar pada program beasiswa kerja sama Pemkab Natuna dengan kampus tersebut.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Natuna, Tukino, mengatakan seluruh penerima beasiswa dibebaskan dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama menempuh pendidikan. “Seluruh penerima beasiswa dibebaskan dari pembayaran UKT selama mengikuti pendidikan di Polteknas,” katanya di Natuna, Jumat.
Dari proses seleksi yang berlangsung, tercatat total 32 anak Natuna yang akan masuk Polteknas tahun ini. Rinciannya, 30 orang diterima melalui jalur beasiswa, sementara dua orang lainnya masuk melalui jalur mandiri karena persyaratan administrasi tidak lengkap saat mendaftar beasiswa.
“Ada dua orang lagi yang masuk jalur mandiri, karena saat ikut melalui jalur beasiswa persyaratan tidak lengkap. Jadi total anak Natuna yang masuk Polteknas tahun ini sekitar 32 orang,” ujar Tukino.
Pemkab Natuna tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga berupaya meringankan beban transportasi para mahasiswa. Mengingat biaya perjalanan dari Natuna menuju Pekanbaru relatif tinggi, pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Raden Sadjad (RSA) Natuna untuk meminta dukungan pesawat angkut militer.
Melalui pemanfaatan Pesawat Angkut Udara Militer (PAUM), diharapkan para mahasiswa dan orang tua tidak terbebani biaya tiket yang mahal. “Anak-anak memulai ajaran pada September, jadi sekitar akhir Agustus mereka sudah harus ada di tempat untuk mempersiapkan segala keperluan,” jelas Tukino.
Program ini merupakan wujud komitmen Pemkab Natuna dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah perbatasan. Pemkab memfasilitasi proses seleksi, sementara Polteknas memberikan pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa yang dinyatakan lolos.
“SDM merupakan penggerak utama pembangunan daerah. Semakin banyak generasi muda yang memiliki daya saing, semakin besar pula peluang daerah untuk berkembang karena merekalah yang akan menjadi pemimpin pada masa depan,” kata Tukino.
Pemerintah berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali mengabdikan ilmu serta kompetensinya untuk mendukung pembangunan Kabupaten Natuna.