Kapolres Natuna Siagakan Tim Gerak Cepat dan Water Cannon Antisipasi Karhutla, Satu Hektare Lahan Sempat Terbakar

Penulis: Ronal Siregar  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:03:41 WIB
Personel Polres Natuna menyiagakan Tim Gerak Cepat dan Armoured Water Cannon untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

NATUNA — Kebakaran lahan kosong yang terjadi di Jalan Bukit Arai, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, pada Ahad siang (9/8) menjadi momentum bagi Polres Natuna untuk memperketat pengawasan terhadap potensi karhutla. Satu unit Armoured Water Cannon (AWC) dan personel Tim Gerak Cepat dikerahkan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyebut kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB oleh Iptu Ronald, seorang personel Polres Natuna yang kebetulan melintas di lokasi. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim pemadam ke titik api.

"Atas informasi personel itu, tim kita bergerak cepat antisipasi agar kebakaran tidak meluas," kata Novyan melalui pesan WhatsApp, Senin (10/8/2026).

Api Padam dalam Satu Jam, Penyebab Diduga Tiupan Angin Kencang

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Setelah api berhasil dipadamkan, personel melakukan penyisiran di area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Informasi awal di lapangan menyebutkan titik api berasal dari lahan kosong. Kemudian dengan cepat merambat akibat tiupan angin cukup kencang," terang perwira dengan pangkat melati dua itu.

Peristiwa ini menjadi peringatan dini bagi warga Natuna. Wilayah kepulauan yang dikelilingi lahan gambut dan semak belukar ini memang rawan terbakar saat memasuki musim kemarau.

Kapolres Imbau Warga Tidak Bakar Lahan Sembarangan

Menghadapi potensi karhutla yang meningkat, Novyan menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan. Mobil Water Cannon yang dimiliki Polres Natuna juga disiagakan penuh, tidak hanya untuk pemadaman tetapi juga pendinginan lahan pascakebakaran.

Kepada masyarakat, ia meminta agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut dinilai sangat berisiko, terlebih saat angin bertiup kencang seperti beberapa hari terakhir.

"Kepada seluruh elemen masyarakat, saya berharap tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila mengetahui terjadi kebakaran segera melaporkan ke Kepolisian terdekat," imbaunya.

Langkah antisipasi ini diambil lebih awal mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana kabut asap akibat karhutla sempat mengganggu aktivitas penerbangan dan kesehatan warga di Natuna. Polres setempat berkomitmen merespons cepat setiap laporan yang masuk agar dampak kebakaran bisa diminimalkan.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: kabarterkini.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top