KEPULAUAN RIAU — Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan adopsi motor listrik di Indonesia melalui skema insentif baru. Dalam peluncuran produksi motor listrik di pabrik milik kelompok Indika, Prabowo mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji program tukar tambah bagi masyarakat yang masih menggunakan motor berbahan bakar minyak.
Skema pendukung ini akan melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, termasuk opsi penurunan bunga cicilan hingga skema tanpa uang muka (DP). Prabowo menargetkan program ini bisa berjalan mulus tanpa membebani masyarakat yang sudah terlanjur memiliki motor bensin.
"Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin, penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujar Prabowo di lokasi peluncuran, Kamis (13/2).
Kepala Negara juga mengingatkan soal rencana penerapan carbon tax yang akan membatasi pergerakan kendaraan konvensional di kota-kota besar. Ia mencontohkan kebijakan di Beijing yang melarang motor bensin memasuki kawasan tertentu.
"Jadi ini warning saja, yang masih nekat gandrung dengan motor bensin, ya," tegasnya.
Prabowo memastikan pemilik motor bensin tidak perlu khawatir dengan rencana transisi ini. Pemerintah menyiapkan jalur konversi yang disebutnya tidak memberatkan.
"Yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama dapat motor baru. Ya, tambah dikit, lah. Iya, kan? Kalau TNI Polri maunya enggak bayar saja terus," ungkapnya disambut tawa hadirin.
Momen ini sekaligus menjadi pembuktian keseriusan industri motor listrik dalam negeri. Prabowo mengaku sempat meragukan klaim produsen lokal seperti Alva dan Gesits yang mengaku memproduksi motor secara domestik.
"Waktu saya dikasih lihat motor-motor mereka beberapa bulan yang lalu, saya bilang: 'Saya ingin lihat kau punya pabrik. Benar enggak pabrikmu?' Atau jangan-jangan perusahaan dari mana, you tempel aja merekmu," cerita Prabowo menirukan dialognya dengan para produsen di Hambalang.
Setelah meninjau langsung lini produksi, Prabowo mengapresiasi pencapaian awal Indika yang telah memproduksi 20 ribu unit motor listrik. Ia memberi tantangan agar skala produksi dinaikkan secara masif.
"Hari ini launching, hari ini saya tanda tangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu, saya datang lagi. Dua juta, saya datang lagi," pungkasnya.