KEPULAUAN RIAU — Kepergian sedan body-on-frame bukan tanpa sebab. Teknologi ini kalah telak oleh konstruksi unibody yang lebih ringan, senyap, dan efisien. Bahkan MotorTrend pernah merangkum status Ford Crown Victoria 2006 dengan kalimat sinis: "Nothing of any significance for 2006." Penjualan kala itu nyaris seluruhnya diserap institusi, bukan konsumen pribadi.
Perbandingan paling gamblang datang dari dalam pabrikan Ford sendiri. Taurus 2008 yang memakai sasis unibody terbukti lebih bertenaga, lebih lega, sudah tersedia penggerak all-wheel drive (AWD), dan konsumsi bahan bakarnya lebih irit dibanding Crown Vic 2007 yang masih menggendong platform Panther.
Body-on-frame memang unggul untuk menarik beban berat dan melibas medan off-road. Tapi dua keunggulan itu tidak relevan untuk sedan. Yang tersisa justru bobot besar, kabin berisik, dan konsumsi bensin boros—kombinasi yang tidak lagi bisa ditoleransi pasar maupun regulator.
Faktor penentu kedua datang dari kebijakan Corporate Average Fuel Economy (CAFE) di Amerika Serikat. Standar emisi memperlakukan car dan light truck secara berbeda. Ambang batas efisiensi untuk mobil penumpang era 1990-an hingga awal 2000-an sudah mendekati 30 mpg, sementara truk ringan hanya sekitar 20 mpg.
Sedan berpenggerak roda belakang dengan mesin V8 besar jelas menyeret rata-rata konsumsi bahan bakar pabrikan. Setiap unit yang terjual berpotensi menjadi beban denda. Sebaliknya, SUV dan pikap yang sama-sama body-on-frame justru dikategorikan sebagai truk ringan, sehingga standarnya lebih longgar. Pabrikan pun mengalihkan sumber daya ke segmen yang lebih mudah memenuhi aturan.
Di sisi permintaan, pembeli mulai meninggalkan sedan karena SUV dan crossover modern menawarkan posisi duduk lebih tinggi, kabin lebih fleksibel, dan visibilitas lebih baik. Yang menarik, sebagian besar SUV baru sudah beralih ke konstruksi unibody, sehingga karakter berkendaranya hampir mirip mobil penumpang.
Konsumen tidak perlu mengorbankan kenyamanan demi ruang ekstra. Mereka mendapat dua keuntungan sekaligus, sementara sedan body-on-frame tidak punya jawaban atas tawaran itu.
Meski tren sedan mulai bangkit karena kelelahan konsumen terhadap SUV dan harga bahan bakar yang tinggi, format body-on-frame untuk mobil penumpang tetap menjadi sejarah. Investasi pengembangan platform baru untuk sedan dengan sasis terpisah tidak akan pernah kembali modal jika hanya melayani ceruk pasar kecil.
Pabrikan yang masih mempertahankan body-on-frame kini hanya fokus pada pikap dan SUV tangguh, dua segmen yang benar-benar membutuhkan ketahanan struktural ekstra. Sedan, sebaik apa pun desainnya, tidak akan pernah lagi memakai rangka terpisah.