KEPULAUAN RIAU — Kawasan Ring 1 Jakarta selama ini identik dengan gedung perkantoran dan pusat pemerintahan. Namun, di balik hiruk-pikuk tersebut, PT Pos Properti Indonesia (Pospro) melihat peluang bisnis baru: mengubah lahan parkir milik Pos Indonesia menjadi stasiun pengisian kendaraan listrik.
Fasilitas yang diresmikan pekan lalu ini bukan sekadar tempat ngecas baterai. Pospro menggandeng PT Pos Indonesia (Persero), PT Niscala Energi Indonesia melalui merek iGreen+, dan PT PLN (Persero) untuk menghadirkan enam unit Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kilowatt (kW) dengan konektor standar CCS2.
Chief Commercial Officer Pospro Aldhita Prayudhiputra menegaskan bahwa optimalisasi aset ini punya tujuan yang lebih luas dari sekadar meraup keuntungan. Menurutnya, properti yang dimiliki BUMN harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
"Keberadaan EV Charging Station ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset properti dapat berjalan seiring dengan upaya mendukung transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Aldhita dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).
Skema kolaborasinya terbilang sederhana namun efektif. Pos Indonesia menyediakan lokasi strategis, PLN menjamin keandalan pasokan listrik, dan iGreen+ bertindak sebagai pengembang fasilitas pengisian. Dengan begitu, aset yang tadinya hanya berfungsi untuk kegiatan operasional surat-menyurat kini punya nilai ekonomi tambahan.
Data di lapangan menunjukkan permintaan yang tinggi. Sejak beroperasi secara terbatas pada pertengahan Juli 2026, SPKLU ini telah melayani lebih dari 200 pengguna per hari. Angka tersebut melesat hingga menembus 2.000 pengguna dalam satu bulan terakhir.
Tingginya antusiasme ini menjadi sinyal bahwa infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Jakarta masih perlu diperbanyak. Pospro pun berencana memperluas kerja sama serupa ke lokasi-lokasi lain yang dikelolanya.
"Melalui sinergi bersama Pos Indonesia, iGreen+, PLN, dan seluruh mitra, kami ingin menghadirkan aset yang semakin produktif, adaptif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambah Aldhita.
Di sisi lain, jaringan SPKLU iGreen+ juga terus bertumbuh. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 19 stasiun dengan total 132 konektor pengisian daya yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali.
Lima stasiun tambahan tengah disiapkan, dan target jangka panjangnya cukup ambisius: membangun hingga 200 titik SPKLU di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Bagi Pospro, langkah ini adalah bagian dari diversifikasi bisnis. Anak usaha Pos Indonesia ini memang bergerak di bidang properti dengan lini usaha mulai dari building operation, commercial leasing, hingga real estate development. Dengan masuknya bisnis SPKLU, perusahaan membuktikan bahwa aset properti BUMN bisa menjadi mesin cuan baru tanpa harus menunggu investasi besar dari pemerintah.