BATAM — Belokan angin atau shearline yang terbentuk di kawasan Kepulauan Riau memicu penumpukan massa udara. Kondisi itu mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif, sehingga sebagian besar wilayah Kepri diprakirakan dominan berawan tebal hingga berpotensi diguyur hujan ringan sampai sedang.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam menyebut dua potensi ancaman cuaca yang perlu diantisipasi warga secara bersamaan. Selain hujan, kabut asap akibat karhutla membayangi sebagian wilayah Kepri dan berisiko mengganggu jarak pandang serta kesehatan pernapasan.
Kabupaten Natuna memerlukan kewaspadaan ekstra dibandingkan wilayah lain di Kepri. Setelah diawali udara kabur pada pagi hari, Natuna diprakirakan diguyur hujan deras disertai petir dan angin kencang pada siang hari.
Menjelang malam hingga dini hari, udara kabur kembali menyelimuti Natuna. Suhu udara di wilayah ini berkisar 26–32 °C dengan angin dari arah Barat Daya bertiup 2–7 km/jam.
BMKG merinci prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Kepri selama periode Senin hingga Selasa:
Kabut asap yang membayangi sebagian wilayah Kepri berdampak langsung pada aktivitas harian warga. Jarak pandang pengendara dan pengguna transportasi laut bisa berkurang, terutama pada pagi dan malam hari saat udara kabur muncul di Natuna dan Anambas.
Dampak kesehatan juga tidak bisa diabaikan. Paparan asap dalam waktu lama berpotensi memicu masalah pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit paru.
Warga diimbau memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan. Bagi yang tinggal di Natuna, persiapan menghadapi hujan deras disertai petir dan angin kencang pada siang hari sebaiknya dilakukan sejak pagi.