Gubernur Kepri Absen di Pelantikan PWI, Forum Pemred Soroti Tiga Surat Audiensi Tanpa Respons

Penulis: Binsar Gultom  •  Rabu, 23 September 2026 | 16:46:01 WIB
Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani berbicara dalam diskusi Forum Pemred PWI Kepri di Batam.

BATAM — Keputusan panitia pelantikan untuk tidak melayangkan undangan kepada orang nomor satu di Provinsi Kepulauan Riau itu terungkap dalam diskusi rutin Forum Pemred PWI Kepri di Graha PWI Kepri, Ruko Purimas, Batam. Sejumlah pemimpin redaksi yang hadir mencecar panitia soal absennya Gubernur Ansar Ahmad di agenda organisasi pers tertua di Indonesia tersebut.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menjawab langsung pertanyaan itu. Ia menyebut keputusan tersebut bukan karena kelalaian protokoler atau surat yang terselip di meja birokrasi.

Alasan Panitia: Tiga Surat Audiensi Tak Berbalas

Saibansah mengakui panitia memang sengaja tidak mengundang Gubernur Kepri. Alasannya, pengurus sudah tiga kali mengirim surat resmi untuk bersilaturahmi dan audiensi, tetapi tidak satu pun mendapat respons.

"Ya, kami pesimis Gubernur bisa hadir dalam gelaran ini. Sebelumnya kita sudah tiga kali bersurat resmi untuk bersilaturahmi dan audiensi, hanya saja tidak mendapat respons. Jadi kami tidak yakin beliau bisa hadir juga," ujar Saibansah di hadapan para pemimpin media.

Jawaban itu langsung menyentil kesadaran para pemred yang hadir. Di meja diskusi, ketidakhadiran Gubernur Ansar yang tak lagi diundang membentangkan fakta bahwa keran komunikasi antara Balai Seriti dan insan pers sudah cukup lama tersumbat.

Forkopimda Hadir, Pemprov Dinilai Memunggungi Pers

Sikap dingin Pemprov Kepri terasa makin kontras ketika lembaga negara lain justru menyambut hangat pers. Di acara pelantikan tersebut, jajaran Forkopimda seperti Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan hingga Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo hadir langsung.

Wakapolda mewakili Kapolda yang kebetulan menghadiri acara internal di tempat yang sama. Keduanya tak segan melontarkan pujian atas peran vital pers bagi stabilitas daerah.

Kondisi lembaga lain merangkul sementara Pemprov justru memunggungi ini memantik reaksi Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri, Rinaldi Samjaya. Ia turut hadir mendampingi Ketua Forum Pemred PWI Kepri, Marganas Nainggolan.

Menurut Rinaldi, apa yang terjadi saat pelantikan hanyalah puncak dari gunung es dari sikap Pemprov selama ini.

"Memang kalau kita cermati selama ini, Gubernur Kepri agaknya memang kurang perhatian terhadap pers," ujar Rinaldi menanggapi gejolak pertanyaan para pemred.

PWI Kepri Pilih Pesimis Ketimbang Kecewa

Forum Pemred PWI Kepri merespons keputusan panitia untuk pilih pesimis ketimbang kecewa sebagai langkah bermartabat. Mengusung spirit DNA Pejuang serta arahan dari Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, PWI Kepri menegaskan independensi dan marwah jurnalisme tidak akan goyah hanya karena tak disapa pejabat.

Rangkaian agenda penataan organisasi tetap melaju kencang tanpa hambatan. Mulai dari Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK) hingga Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 18–19 September 2026 di BP Batam.

Diskusi Forum Pemred sore itu ditutup dengan satu pesan tersirat yang cukup menohok. PWI Kepri akan terus berjalan mengawal pembangunan daerah.

Namun, jika untuk sekadar membalas surat audiensi saja Pemprov begitu berat, publik dinilai bisa menilai sendiri sejauh mana komitmen sang kepala daerah dalam mendengarkan suara publik melalui pers.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: centralnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top