Wagub Kepri Nyanyang Buka Kepri IBF 2026 di Batam, UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Global

Penulis: Maruli Sinaga  •  Kamis, 24 September 2026 | 09:01:01 WIB
Wagub Kepri Nyanyang membuka Kepri International Business Forum 2026 di Batam.

BATAM — Kepri International Business Forum (IBF) 2026 berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni One, Batam, dengan dihadiri pelaku usaha serta delegasi dari sembilan negara mitra. Selain Korea Selatan, Turki, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Thailand, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Rangkaian acara diawali penandatanganan kerja sama pemasaran produk unggulan antarperwakilan delegasi negara peserta.

Wagub Nyanyang menegaskan bahwa letak geografis Kepri di jalur pelayaran internasional Selat Malaka serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,99 persen (yoy) pada Triwulan II 2026 menjadi modal kuat untuk memposisikan daerah ini sebagai hub UMKM Indonesia bagian barat.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus memberikan ruang besar bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok regional dan global. Kita ingin menghubungkan produk unggulan Indonesia ke ASEAN, Timur Tengah, hingga Eropa," ujar Nyanyang.

Dua Fokus Utama: Halal World Forum dan Women Entrepreneur

Forum ini mengetengahkan dua fokus utama, yakni Halal World Forum dan Women Entrepreneur. Keduanya dipilih untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal ke kawasan ASEAN, Timur Tengah, hingga Eropa.

Pengembangan halal economy di Kepri dinilai tidak lagi sebatas sertifikasi. Cakupannya sudah meliputi standar rantai nilai global, mulai dari keamanan pangan, kemasan, logistik, hingga akseptasi pasar internasional.

Produk olahan hasil laut, kuliner Melayu, fesyen, dan kriya dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia. Empat sektor itu menjadi andalan Kepri dalam forum tersebut.

Batam Diposisikan Sebagai Pusat Pemasaran Produk UKM

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri Riki Rionladi menyatakan optimismenya bahwa penyelenggaraan forum ini semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat pemasaran dan pengembangan produk UKM menuju pasar ekspor.

Posisi Batam sebagai kota industri dan perdagangan dinilai menunjang peran tersebut. Akses ke pelabuhan internasional dan kedekatan dengan Singapura serta Malaysia menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.

Peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri Meriahkan Pembukaan

Pada kesempatan yang sama, digelar pemotongan tumpeng oleh Wagub Nyanyang bersama para utusan delegasi asing. Prosesi itu sekaligus menandai peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau.

Pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,99 persen (yoy) pada Triwulan II 2026 menjadi salah satu indikator yang dikedepankan dalam forum. Angka itu disebut sebagai bukti kesiapan daerah menerima perluasan pasar bagi produk UMKM.

Penandatanganan kerja sama pemasaran produk unggulan antarperwakilan delegasi negara peserta menjadi langkah awal rangkaian forum. Kesepakatan itu diharapkan membuka jalur distribusi baru bagi produk unggulan Kepri ke pasar internasional.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: terasbatam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top