KARIMUN — Upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun mengusung tema "Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan". Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole memimpin jalannya upacara dan membacakan amanat Gubernur Kepri di hadapan peserta upacara.
Amanat tersebut memuat apresiasi pemerintah kepada jajaran Forkopimda, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kinerja ekonomi menjadi salah satu capaian yang disoroti dalam amanat Gubernur Kepri. Pertumbuhan ekonomi secara year-on-year pada Triwulan II 2026 disebut mencapai 6,99 persen.
"Angka tersebut dalam amanat disebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra dan berada di posisi ketiga secara nasional," terang Rocky.
Menurut Rocky, pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi indikator penting karena berkaitan dengan aktivitas produksi, perdagangan, investasi, sekaligus kesempatan ekonomi yang tersedia bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 disebut mencapai 80,53 poin. Capaian itu menjadi yang tertinggi di Sumatra dan menempati posisi ketiga secara nasional.
IPM menggambarkan perkembangan pembangunan manusia melalui sejumlah dimensi utama, termasuk kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.
"Karena itu, peningkatan IPM tidak hanya berkaitan dengan angka statistik, tetapi juga menjadi gambaran perkembangan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Indikator lain yang disampaikan adalah tingkat kemiskinan. Per Maret 2026, tingkat kemiskinan Kepri disebut berhasil ditekan menjadi 4,09 persen.
Pemerintah menempatkan penurunan kemiskinan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan, terutama agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari sektor investasi, realisasi penanaman modal di Kepri hingga Semester I 2026 disebut mencapai Rp 40,38 triliun atau sekitar 168 persen dari target daerah.
"Besarnya realisasi investasi menunjukkan tingginya aktivitas penanaman modal di wilayah Kepri," katanya.
Rocky menambahkan, manfaat investasi bagi masyarakat pada akhirnya bergantung pada kemampuan daerah memastikan investasi tersebut menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi daerah.
Selain indikator makro, amanat Gubernur Kepri juga menyoroti sejumlah program yang langsung menyasar masyarakat. Program tersebut antara lain subsidi BPJS Ketenagakerjaan bagi petani dan nelayan, insentif keagamaan, beasiswa pendidikan, subsidi bunga UMKM 0 persen, serta perluasan jaringan listrik melalui program Kepri Terang.
Dalam amanat tersebut, rasio elektrifikasi Kepri telah mencapai 99,45 persen. Berbagai program itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan sosial, pendidikan, pembiayaan usaha, serta infrastruktur dasar.
Peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri di Karimun tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pesan tersebut diperkuat dengan kutipan Gurindam 12 Pasal ke-11 karya Raja Ali Haji, "Hendaklah berjasa kepada yang sebangsa."
Melalui semangat itu, peringatan HUT ke-24 Kepri diharapkan menjaga capaian yang telah diraih sekaligus mendorong pembangunan yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Karimun.