Pencarian

Pajak Hotel dan Restoran Batam Naik Signifikan Semester I 2026, Wisman Capai 964 Ribu Kunjungan

Selasa, 08 September 2026 • 19:52:32 WIB
Pajak Hotel dan Restoran Batam Naik Signifikan Semester I 2026, Wisman Capai 964 Ribu Kunjungan
Penerimaan pajak hotel dan restoran di Batam meningkat signifikan pada semester I 2026, didorong kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara mendorong penerimaan pajak hotel dan restoran di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh signifikan pada semester I 2026. Wali Kota Batam Amsakar Achmad mencatat penerimaan pajak hotel mencapai Rp101,1 miliar, naik 32,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BATAM — Arus kunjungan wisatawan ke Batam berkontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Penerimaan pajak hotel pada semester I 2026 mencapai Rp101,1 miliar, melonjak dari Rp76,3 miliar pada periode yang sama 2025 atau tumbuh sekitar 32,8 persen.

Sektor kuliner juga mencatatkan kinerja serupa. Penerimaan pajak restoran naik dari Rp88,9 miliar menjadi Rp108,9 miliar, menandakan pertumbuhan 22,5 persen secara tahunan.

PAD Batam Tumbuh 19 Persen, Pariwisata Jadi Kontributor Utama

Kenaikan dua sektor tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam. Pada semester I 2026, PAD tercatat Rp1,261 triliun, meningkat dari Rp1,059 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut sektor pariwisata menjadi indikator penting geliat ekonomi masyarakat. Ia menghitung sendiri dampak arus wisatawan terhadap penerimaan pajak daerah.

"Saya buat perhitungan sederhana untuk melihat bagaimana arus wisatawan yang tinggi berdampak terhadap pajak hotel dan restoran di Kota Batam dan saya temukan bahwa meningkat dari semester 1 tahun 2025 dan tahun ini," katanya di Batam, Selasa.

Wisatawan Singapura dan Malaysia Dominasi Kunjungan ke Batam

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman ke Batam pada Januari-Juli 2026 mencapai 964.457 kunjungan. Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 861.997 kunjungan.

Wisatawan asal Singapura, Malaysia, dan China masih mendominasi. Kunjungan juga datang dari India serta negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina dan Myanmar.

Amsakar menjelaskan, tingginya kunjungan dari Singapura dan Malaysia dipengaruhi selisih nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia. Lonjakan kedatangan terlihat jelas pada akhir pekan.

"Tren Singapura dan Malaysia akibat selisih kurs rupiah dengan SGD dan ringgit, rata-rata Jumat, Sabtu, Minggu, volume kedatangan mereka dari Singapura dan Malaysia kepada kami itu luar biasa tinggi," ujarnya.

Batam Perkuat Posisi Kota MICE Prioritas Nasional

Geliat pariwisata ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kota Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang masuk dalam 10 kota prioritas pemerintah. Sektor industri dan investasi juga disebut terus bergerak seiring pembangunan pusat data di kota itu.

“Ini mengindikasikan secara sederhana bagaimana arus kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik ke Batam, bisa kita lihat dari kontribusinya terhadap pajak hotel dan restoran. Ternyata sangat signifikan,” kata Amsakar.

Pemerintah kota berharap pertumbuhan sektor pariwisata dapat berlanjut dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan. "Industri terus bergerak, pusat data dibangun, sektor pariwisata bergerak. Harapan saya tentu saja angka kemiskinan kita turun," pungkasnya.

Follow batamdaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks