KEPULAUAN RIAU — Setelah sukses dengan varian listrik murni, BYD kini memperkenalkan Atto 2 DM-i yang mengusung mesin bensin sebagai pengisi daya baterai. Model ini resmi dipasarkan di Inggris dan menjadi salah satu dari sedikit pilihan PHEV di kelas crossover kompak, segmen yang biasanya didominasi oleh mild hybrid atau mesin konvensional.
Keputusan BYD ini cukup berani. Riset pasar dari pabrikan lain menunjukkan pembeli crossover kompak cenderung kurang tertarik pada PHEV, karena mobil ini sering dipakai sebagai kendaraan kedua yang tidak selalu diparkir di dekat charger semalaman. Alhasil, opsi PHEV di kelas B-SUV seperti Ford Puma atau Skoda Kamiq nyaris tidak ada. Chery, rival asal China, memilih sistem hybrid self-charging yang lebih sederhana untuk Tiggo 4, sementara MG ZS tidak pernah punya varian plug-in.
Dengan hadirnya Atto 2 DM-i, BYD membuka segmen baru yang sebelumnya diabaikan banyak pabrikan. Harga yang diusungnya bahkan beririsan dengan BYD Sealion 5 PHEV yang ukurannya lebih besar. Meski begitu, BYD yakin ada ceruk pasar yang menunggu kehadiran PHEV kompak seperti ini.
BYD tidak berhenti di sini. Pabrikan asal China itu juga dikabarkan akan menghadirkan Dolphin G, yang membawa teknologi PHEV ke pasar supermini dalam waktu dekat. Ini menunjukkan komitmen BYD untuk memperluas jangkauan powertrain hybrid mereka ke berbagai segmen.
Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan BYD Atto 2, pertanyaan utamanya adalah memilih versi hybrid atau tetap pada varian listrik murni. Atto 2 DM-i menawarkan fleksibilitas karena bisa diisi bensin di pompa biasa, cocok untuk pengguna yang belum memiliki akses charger di rumah. Sementara varian BEV tetap menjadi pilihan bagi mereka yang punya fasilitas pengisian daya pribadi dan ingin pengalaman berkendara tanpa emisi.
Keputusan BYD untuk merilis Atto 2 DM-i di Inggris menjadi ujian menarik: apakah konsumen Eropa akan menerima PHEV dari merek China yang relatif baru dengan harga setara mild hybrid dari pabrikan Eropa yang sudah mapan? Jawabannya akan terlihat dari angka penjualan dalam beberapa bulan ke depan.
BYD Atto 2 DM-i mulai dipasarkan di Inggris dengan harga mulai di bawah £30.000. Pabrikan belum mengumumkan secara resmi apakah varian PHEV ini akan masuk ke pasar Indonesia, namun mengingat tren elektrifikasi di Tanah Air yang terus berkembang, bukan tidak mungkin BYD akan membawanya ke sini dalam waktu dekat.
Untuk saat ini, konsumen di Indonesia masih bisa menikmati BYD Atto 2 dalam versi listrik murni yang sudah lebih dulu meluncur. Namun, kehadiran DM-i di pasar global setidaknya memberi gambaran bahwa BYD serius menggarap segmen crossover kompak hybrid.