Pemerintah Provinsi Kepri Siapkan Kemilau Nusantara dan Penyengat Heritage 2026, Target 3.000 Wisatawan pada Juni

Penulis: Bastian Sihombing  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 00:48:31 WIB
Sekretaris Daerah Kepri, Misni, memimpin rapat finalisasi persiapan Kemilau Nusantara dan Penyengat Heritage 2026.

TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan dua event andalan pariwisata akan bergulir pada Juni 2026. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, memimpin rapat finalisasi di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Selasa (9/6/2026), untuk mematangkan seluruh persiapan.

“Seluruh pihak yang terlibat saya harapkan dapat menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi sehingga pelaksanaan kegiatan berlangsung sesuai harapan,” ujar Misni, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Kemilau Nusantara: Parade Budaya hingga Nonton Piala Dunia

Event pertama, Kemilau Nusantara Kepri 2026, dijadwalkan pada 13-15 Juni di kawasan Laman Gurindam XII, Tanjungpinang. Mengusung tema Pulau Penyengat Jembatan Lintas Generasi, acara ini akan menampilkan parade budaya, tari kreasi Melayu dan nusantara, pertunjukan musik tradisional, hingga nonton bareng Piala Dunia 2026.

Selang beberapa hari, giliran Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung pada 19-21 Juni di Balai Adat Pulau Penyengat. Event ini mengangkat tema Regeneration Lifestyle Tourism dan menghadirkan festival gasing internasional, pertunjukan seni budaya Melayu, bazar ekonomi kreatif, permainan tradisional, serta kegiatan penanaman mangrove.

Fasilitas Pendukung Jadi Perhatian Utama

Misni meminta seluruh aspek pendukung, mulai dari pengamanan, parkir, rekayasa lalu lintas, hingga fasilitas kesehatan, dipersiapkan dengan baik. Hal ini demi kenyamanan pengunjung dan antisipasi kondisi darurat.

“Fasilitas pendukung harus tersedia dengan baik agar pengunjung merasa nyaman dan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan,” katanya.

Target 3.000 Wisatawan dan Dampak Ekonomi ke Masyarakat

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyebut kedua event tersebut ditargetkan menarik sekitar 3.000 wisatawan. Selain meningkatkan jumlah kunjungan, dua agenda ini diharapkan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, khususnya di Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

“Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau, kedua event ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, khususnya di Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah penyelenggaraan,” ujarnya.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top