TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mulai menerapkan program Digital Government (Digi-GO) Internship, sebuah inisiatif magang bagi aparatur sipil negara (ASN) yang mengusung pendekatan corporate university. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi aparatur negara sekaligus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kepri Any Lindawati menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara BPSDM dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri. Diskominfo berperan sebagai tempat pembelajaran dan praktik kerja bagi para peserta magang.
"Program ini dirancang dengan pendekatan learning from experience, sehingga peserta dapat belajar secara langsung melalui pengalaman kerja," kata Any di Tanjungpinang, Kamis.
Menurutnya, metode tersebut memberi ruang kepada peserta untuk lebih memahami konsep dan terlibat dalam praktik pengelolaan layanan digital pemerintahan dan inovasi birokrasi. Program ini juga menjadi wadah bagi ASN untuk mengembangkan keterampilan digital yang dibutuhkan guna mewujudkan pelayanan publik yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada masyarakat.
Selain itu, program ini mendorong pembelajaran yang relevan dengan tugas jabatan dan kebutuhan organisasi melalui kombinasi pembelajaran formal, kolaboratif, serta berbasis pengalaman kerja.
Sekretaris Dinas Kominfo Kepri James Simon Pattikawa berharap program Digi-Go Internship mampu mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Dalam praktiknya, peserta magang akan dibekali berbagai kompetensi, mulai dari publikasi jurnalistik, mobile photography, teknik pengambilan video dan penyuntingan, infografis, hingga evaluasi peningkatan website.
"Kompetensi ini sangat penting untuk menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin modern dan berbasis digital," ujar James.
Ia melanjutkan, program magang menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk mengintegrasikan kebutuhan organisasi dengan pengembangan kapasitas individu ASN secara berkelanjutan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam praktik pengelolaan layanan digital pemerintahan yang relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini.
Sebagai bentuk apresiasi, BPSDM Kepri akan memberikan sertifikat setara 20 jam pelajaran kepada ASN yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian program magang. Pada tahap awal ini, setiap OPD mengirimkan dua orang peserta untuk mengikuti program yang berlangsung selama sepuluh hari.
"Program Digi-Go Internship ini juga sejalan dengan berbagai inisiatif nasional dalam pengembangan talenta digital sektor pemerintahan," tutup James.