KEPULAUAN RIAU — Junaidi (28), warga Desa Danau Kedap, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah pondok persawahan pada Selasa (6/6/2026) pagi. Pria tersebut diduga menjadi korban sambaran petir saat tengah berburu burung di tengah hujan deras yang melanda wilayah itu sehari sebelumnya.
Korban berpamitan kepada keluarganya untuk berburu burung di area persawahan yang biasa ia datangi pada Senin (5/6/2026) siang. Namun hingga malam hari, Junaidi tak kunjung pulang, membuat keluarganya cemas dan melaporkan kejadian itu ke pemerintah desa.
Puluhan warga bersama perangkat desa langsung melakukan pencarian di area persawahan dengan menerjunkan senter dan peralatan penerangan seadanya. Upaya penyisiran berlangsung hingga larut malam, namun belum membuahkan hasil. Pencarian baru dilanjutkan kembali pada Selasa pagi, dan beberapa jam kemudian, warga menemukan Junaidi sudah tewas di pondok sawah.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat sambaran petir di area terbuka, khususnya di lahan persawahan yang minim tempat berteduh aman. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Maros, Sulawesi Selatan, di mana lima pendaki Gunung Monrolo tersambar petir dan satu orang di antaranya tewas. Di Pemalang, dua warga juga menjadi korban sambaran petir usai mengikuti tahlilan di area pemakaman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berulang kali mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di ruang terbuka saat cuaca berpotensi terjadi petir. Area persawahan yang luas dan minim perlindungan menjadi salah satu lokasi dengan risiko tinggi. Petir cenderung menyambar objek yang menjulang tinggi atau berada di area lapang, termasuk manusia yang sedang beraktivitas di tengah sawah.
Pemerintah Desa Danau Kedap mengimbau warganya untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi akhir-akhir ini. Perangkat desa juga mendorong warga yang beraktivitas di sawah untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan segera mencari tempat berlindung yang aman saat mendengar suara guntur atau melihat kilat.
Jenazah Junaidi telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain luka yang diduga akibat sambaran petir.