BATAM — Transformasi ekonomi Batam dari kawasan manufaktur menuju pusat teknologi informasi mulai terlihat. Pemerintah Kota dan BP Batam berkomitmen memperkuat infrastruktur dasar, terutama listrik dan air bersih, yang menjadi syarat mutlak bagi industri pusat data untuk berkembang.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur yang andal menjadi kunci daya saing investasi di Batam. Hal itu disampaikannya saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Data Center.
"Data center dapat berkembang di Batam sepanjang kebutuhan listrik dan air bersih terpenuhi. Penandatanganan PJBTL hari ini menunjukkan kesiapan pasokan listrik, sementara Pemerintah Kota Batam akan terus mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi para investor," ujar Amsakar dalam keterangan resmi.
Menurut Amsakar, arah investasi Batam tengah bergeser. Jika sebelumnya didominasi sektor infrastruktur dan manufaktur perakitan, kini investasi mulai merambah sektor teknologi informasi, termasuk industri pusat data yang tumbuh pesat.
"Apa yang dilakukan hari ini membuktikan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan mampu meningkatkan daya saing investasi," katanya.
Meski begitu, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama ekonomi Batam dengan kontribusi sekitar 52-56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Kontribusinya terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Riau bahkan mencapai 62-68 persen.
Perhatian investor global terhadap Batam meningkat. Amsakar menyinggung rencana investasi kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk mengembangkan fasilitas produksi Graphics Processing Unit (GPU) di Batam. Proyek itu ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I 2027.
Amsakar menilai keputusan PT Altiva Identity Data Center berinvestasi di Batam sebagai langkah tepat. "Selain berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura, Batam juga didukung berbagai kebijakan pemerintah pusat yang memperkuat iklim investasi," katanya.
Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga iklim investasi tetap kondusif. Caranya melalui sinergi dan pembangunan narasi positif bahwa Batam merupakan daerah yang aman serta ramah investasi.
"Kolaborasi seperti ini penting agar Batam semakin kokoh sebagai lokomotif investasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Amsakar optimistis penguatan infrastruktur yang diiringi kemudahan investasi akan mempercepat transformasi ekonomi Batam sebagai pusat industri dan teknologi di Indonesia.