TANJUNGPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisatawan berkebangsaan Singapura masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Kepulauan Riau (Kepri) dengan total 102.524 kunjungan sepanjang Juni 2026. Posisi berikutnya ditempati wisatawan Malaysia dengan 51.049 kunjungan, disusul Tiongkok 7.041 kunjungan dan India 6.060 kunjungan.
Margaretha menjelaskan, penurunan jumlah kunjungan pada Juni 2026 tidak terlepas dari kalender libur yang lebih sedikit dibandingkan Mei 2026. Pada Mei lalu, terdapat tiga hari libur nasional sekaligus libur sekolah di Malaysia yang mulai berlangsung sejak 22 Mei.
"Sedangkan pada bulan Juni hanya ada libur Tahun Baru Islam (16 Juni) dan berakhirnya libur sekolah di Malaysia pada minggu pertama Juni. Kondisi ini memicu penurunan kunjungan wisman ke Kepri," ujar Margaretha di Tanjungpinang, Senin.
Di tengah penurunan jumlah kunjungan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Kepri pada Juni 2026 justru menunjukkan tren positif. TPK tercatat rata-rata 53,23 persen, naik 4,51 poin dibandingkan Mei 2026 yang berada di angka 48,72 persen.
Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang juga meningkat menjadi 1,92 malam pada Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini mengindikasikan kualitas kunjungan yang membaik meski volume wisatawan berkurang.
Selain Singapura, Malaysia, dan Tiongkok, daftar wisman terbanyak diisi wisatawan India (6.060), Filipina (2.983), Australia (2.160), Myanmar (1.769), Inggris (1.529), Jepang (1.467), dan Korea Selatan (1.067). Sisanya sebanyak 26.250 kunjungan berasal dari berbagai negara lain.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri Hasan menegaskan optimisme pemerintah daerah mencapai target 2,7 juta kunjungan wisman pada 2026. Angka tersebut melampaui realisasi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 2 juta kunjungan.
"Kita optimistis target kunjungan wisman tahun ini dapat dicapai melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas destinasi, serta penyelenggaraan berbagai event wisata berskala nasional dan internasional," kata Hasan.
Sepanjang tahun ini, Kepri ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Wonderful Indonesia Wellness oleh Kementerian Pariwisata RI yang akan berlangsung di Pulau Bintan, mencakup Tanjungpinang dan Bintan. Kepri juga mendapat dukungan agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) berupa Jong Race Festival di Kabupaten Bintan dan Kenduri Seni Melayu di Kota Batam.
Rangkaian kegiatan pendukung seperti Penyengat Heritage serta Kepri International Art & Culture 2026 turut disiapkan untuk memperkuat daya tarik wisata. Puncaknya, ajang Tour de Bintan akan digelar pada Agustus mendatang dengan menargetkan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri.
"Dengan rangkaian agenda wisata berskala internasional ini, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat," ujar Hasan.
Kepala BPS Kepri menambahkan, data lengkap kunjungan wisman per negara dan tingkat hunian hotel akan terus dipublikasikan secara berkala untuk menjadi bahan evaluasi pemangku kebijakan di sektor pariwisata.