BATAM — DPD IMM Kepri menilai pembangunan pendidikan di wilayah kepulauan menjadi faktor kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Ketua DPD IMM Kepri, Adhanan Fadli, SE., C.Med, menyebut kehadiran pesantren di Pulau Kasu merupakan wujud nyata pemerataan pendidikan di daerah terdepan.
Peresmian Pondok Pesantren Nurul Iman itu dihadiri ulama nasional Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Menurut Adhanan, hadirnya tokoh besar di pulau terluar menunjukkan pembangunan pendidikan di kepulauan punya arti strategis bagi masa depan bangsa.
Adhanan menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya dirasakan lintas generasi. Ia menilai komitmen Iman Sutiawan layak mendapat penghargaan karena mendorong pembangunan di wilayah yang kerap luput dari perhatian.
"Seorang pemimpin akan dikenang melalui warisan yang ditinggalkannya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi. Karena itu, komitmen Pak Iman Sutiawan layak diapresiasi," ujarnya dalam keterangan yang diterima WartaKepri, baru-baru ini.
Adhanan juga menyebut peradaban tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga dari pulau-pulau terdepan Indonesia. Kehadiran pesantren di Pulau Kasu menjadi bukti bahwa pembangunan tidak berhenti di pusat kota.
Selain bidang pendidikan, IMM Kepri memberikan penghargaan kepada Polda Kepri beserta jajaran Polres. Penghargaan ini didasari peran aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan kepastian hukum di Kepulauan Riau.
Menurut Adhanan, rasa aman menjadi syarat mutlak bagi investor sebelum menanamkan modalnya. Kepastian hukum dan pelayanan publik yang baik dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga ini.
"Investasi membutuhkan rasa aman. Investor akan datang ketika melihat adanya kepastian hukum, keamanan, dan pelayanan publik yang baik. Kami mengapresiasi keseriusan Polda Kepri bersama seluruh Polres dalam menjaga stabilitas daerah sehingga dunia usaha dapat berkembang dengan baik," katanya.
IMM Kepri memandang kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi semua elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat sipil. Sinergi ini penting untuk memperkuat posisi Kepri sebagai kawasan investasi, perdagangan, industri, dan pariwisata.
Adhanan menegaskan apresiasi yang diberikan bukan bentuk dukungan politik. Ia menyebut organisasinya ingin membangun budaya penghargaan terhadap kinerja nyata di tengah hiruk-pikuk kritik yang kerap disuarakan.
"Kami ingin membangun budaya apresiasi. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi setiap kerja nyata juga patut mendapatkan penghargaan. Ketika pendidikan dibangun, keamanan dijaga, investasi tumbuh, dan masyarakat merasakan manfaatnya, maka itulah wujud pembangunan yang sesungguhnya," pungkasnya.