KEPULAUAN RIAU — Kegagalan demi kegagalan di fase grup dua edisi beruntun membuat posisi John Herdman kini di ujung tanduk. Padahal, eks pelatih Kanada itu datang dengan reputasi mentereng dan membawa skuad yang diperkuat deretan pemain naturalisasi, yang digadang-gadang menjadi salah satu tim terkuat di Asia Tenggara.
Nasib Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 benar-benar tragis. Pada laga terakhir Grup A, Garuda hanya butuh kemenangan atas Singapura untuk memastikan tiket semifinal sebagai runner-up grup. Namun, keunggulan 1-0 yang sudah diraih gagal dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi.
Skor akhir 1-1 memaksa Indonesia rela finis di posisi ketiga. Hasil ini memperpanjang catatan buruk: untuk kedua kalinya secara beruntun, Indonesia mentok di fase grup turnamen se-Asia Tenggara ini.
VNExpress menuliskan bahwa tagar #JohnHerdmanOut sempat membanjiri media sosial setelah hasil imbang kontra Singapura. Mereka menyoroti perbandingan yang tak terelakkan antara Herdman dan pendahulunya, Shin Tae-yong.
"Banyak yang membandingkan Herdman dengan pendahulunya, Shin Tae-yong. Para suporter berpendapat bahwa jika Shin menghadapi kritik keras menyusul kegagalan di AFF, maka Herdman pun harus dinilai dengan standar yang sama persis setelah gagal ini," tulis media Vietnam tersebut.
Tekanan ini muncul bukan tanpa alasan. Sebelum turnamen dimulai, ekspektasi terhadap Herdman sangat tinggi. Ia diyakini mampu membawa Indonesia bersaing memperebutkan gelar juara, mengingat kekuatan skuad yang jauh lebih merata dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Meski sorotan tajam datang dari berbagai arah, sinyal dari federasi masih menunjukkan kepercayaan. Diyakini, PSSI masih mempertahankan John Herdman. Faktor waktu menjadi pertimbangan utama—pria asal Inggris itu baru resmi memegang kursi pelatih Timnas Indonesia sejak Januari 2026, sehingga evaluasi dini dianggap terlalu prematur.
Keputusan final tetap berada di tangan PSSI. Namun, jika melihat standar yang diterapkan kepada Shin Tae-yong sebelumnya, Herdman harus segera membuktikan kapasitasnya. Jika tidak, tagar #JohnHerdmanOut bukan sekadar hinaan di media sosial, melainkan sebuah ancaman nyata bagi masa depannya di kursi panas tim Garuda.