Kepala Kemenag Tanjungpinang Erizal Ingatkan Guru MAN Jadi Teladan, Individualisme Disebut Bisa Rusak Sistem Kerja

Penulis: Bastian Sihombing  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:31:02 WIB
Erizal menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja sama tim saat menghadiri pertemuan rutin bulanan MAN Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tanjungpinang, Erizal, mengingatkan bahwa sikap individualistis yang dibiarkan tumbuh di lingkungan kerja bisa membawa dampak serius. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pertemuan rutin bulanan MAN Tanjungpinang di Aula Asrama Putri MAN Tanjungpinang, Jumat (21/8/2026).

Menurut Erizal, seseorang yang terbiasa bekerja sendiri berisiko mengalami kesepian, kerapuhan, stagnasi, hingga kehilangan keberkahan. Di lingkungan organisasi, sikap tersebut juga bisa memicu iri hati dan menghambat terciptanya suasana kerja yang sehat.

“Orang yang individual sangat berbahaya karena dapat merusak sistem yang sudah ada dan berjalan. Karena itu, team work sangat dibutuhkan,” tegasnya di hadapan Kepala MAN Tanjungpinang Ulfa Ismiati serta jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan.

Budaya Kerja Saling Menguatkan Jadi Kunci Madrasah

Erizal menilai lembaga pendidikan tidak akan berjalan optimal apabila setiap individu hanya fokus pada tugas dan kepentingannya sendiri. Komunikasi, kepedulian, dan kesediaan untuk bekerja dalam satu tim menjadi prasyarat utama.

Dampak individualisme, lanjut dia, tidak berhenti di lingkungan kerja. Dalam kehidupan sosial, sikap tidak peduli terhadap lingkungan dapat membuat seseorang mudah diadu domba dan perlahan kehilangan kepedulian terhadap sesama.

Jika kondisi ini dibiarkan, nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat ikut tergerus. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di madrasah sebaiknya diselesaikan lewat komunikasi dan kolaborasi, bukan saling menyalahkan.

Guru Menjadi Contoh Nyata bagi Peserta Didik

Erizal menekankan posisi strategis guru dalam membentuk karakter siswa. Keteladanan tidak hanya terlihat dari materi yang disampaikan di ruang kelas, tetapi juga dari cara berkomunikasi, bekerja sama, dan memperlakukan orang lain.

“Guru harus menjadi teladan. Apa yang kita lakukan akan dilihat dan ditiru oleh peserta didik,” pesan Erizal.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan kembali Trilogi Ki Hadjar Dewantara sebagai prinsip penting dalam dunia pendidikan dan kepemimpinan. Nilai tersebut dinilai relevan untuk membangun kepemimpinan yang memberi contoh, menumbuhkan semangat bersama, serta mendorong seluruh warga madrasah untuk berkembang.

Refleksi Bulanan untuk Perkuat Soliditas Keluarga Besar MAN

Pertemuan rutin yang digelar setiap bulan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Erizal mengapresiasi inisiatif MAN Tanjungpinang yang menjadikan forum tersebut sebagai ruang refleksi dan evaluasi kinerja.

“Terima kasih kepada MAN Tanjungpinang yang telah menaja kegiatan ini. Ini kegiatan yang sangat bagus dan bernilai positif,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Zikra, siswi kelas X E2. Dengan budaya kerja yang kolaboratif dan saling peduli, MAN Tanjungpinang diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepedulian sosial.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: kepriraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top