KEPULAUAN RIAU — Pelatih Kepala Persijap Jepara, Juan Cortes, tidak menutup mata soal hasil buruk tersebut. Namun pelatih asal Spanyol itu meminta publik sepak bola Jepara melihat persoalan yang lebih besar: timnya masih berada di tahap membangun fondasi.
Persijap saat ini didominasi pemain baru. Total ada 18 pemain yang baru bergabung, dan sebagian bahkan baru berkumpul di pekan pertama kompetisi bergulir.
Juan Cortes menyebut skuadnya baru berkumpul sekitar empat minggu sebelum kompetisi dimulai. Kondisi itu, menurutnya, bukan alasan melainkan kenyataan yang harus dihadapi timnya.
"Kami baru berkumpul sekitar empat minggu. Tapi, itu bukan alasan melainkan kenyataan yang harus kami hadapi," tutur Juan Cortes.
Dia menegaskan membangun chemistry antarpemain tidak bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan. Sebelas pemain yang tampil melawan Borneo FC bukan tim yang bisa langsung disulap menjadi solid.
Juan Cortes mengakui anak asuhannya belum cukup dalam hal penguasaan bola pada babak pertama. Memasuki babak kedua, Persijap mampu menciptakan beberapa peluang, tetapi tak satu pun berbuah gol.
"Bukan seperti sulap. Saya tidak senang dengan hasil permainan ini. Kami membutuhkan waktu," ucap Juan Cortes lagi.
Dari sisi pemain, Sergio Chica menyoroti kekuatan fisik sebagai salah satu hal yang harus segera dibenahi jelang laga pekan ketiga. Persijap dijadwalkan menjamu Persib Bandung, tim juara bertahan, pada Minggu (20/9) mendatang.
Sergio menilai timnya masih perlu meningkatkan kemampuan menciptakan peluang, mencetak gol, dan mobilitas fisik. Menurutnya, Persijap sedang mengerjakan proyek besar dengan waktu yang terus dikejar kompetisi.
"Kami tidak bisa memperbaiki semuanya dalam waktu beberapa hari saja," pungkasnya.
Dua kekalahan awal membuat Persijap belum mengumpulkan poin di BRI Super League 2026/27. Laga melawan Persib Bandung menjadi ujian berikutnya bagi Juan Cortes untuk membuktikan proses pembangunan tim berjalan ke arah yang benar.