Kabut Asap Kiriman Kalimantan Selimuti Pulau Bintan, BMKG Imbau Warga Waspadai Jarak Pandang dan Kesehatan

Penulis: Maruli Sinaga  •  Minggu, 27 September 2026 | 16:31:01 WIB
Kabut asap kiriman dari Kalimantan menyelimuti wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

TANJUNGPINANG — Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Hayu, menyatakan kabut asap yang terpantau di wilayah Tanjungpinang dan Bintan merupakan asap kiriman dari Kalimantan. Angin yang sejak Sabtu bertiup dominan dari arah timur sampai tenggara menjadi penyebab asap masuk ke wilayah Pulau Bintan.

Kecepatan angin di wilayah Pulau Bintan berkisar 5 hingga 20 kilometer per jam, bergerak dari timur-tenggara menuju barat laut-utara. Pola angin tersebut turut membawa asap ke sejumlah wilayah Kepulauan Riau.

Angin Timur-Tenggara Bawa Asap ke Kepulauan Riau

"Kalau asap ini arahnya dari timur, dari Kalimantan. Mulai dari sejak kemarin, anginnya dominan dari arah timur sampai tenggara, sehingga asapnya masuk ke wilayah kita," ujar Hayu.

Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menyebut kondisi kabut asap di Pulau Bintan perlu menjadi perhatian. Kelompok yang paling berisiko adalah masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan pengguna kendaraan yang membutuhkan jarak pandang cukup.

Prakiraan Cuaca: Hujan Ringan hingga Sedang Disertai Petir

BMKG memprakirakan Tanjungpinang dan Bintan umumnya berawan pada pagi hingga siang hari. Potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal tetap ada, disertai kemungkinan petir dan angin kencang.

Pada malam hingga dini hari, cuaca diperkirakan kembali berawan. Suhu udara tercatat berkisar 25 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 hingga 98 persen.

Imbauan BMKG untuk Warga Bintan dan Tanjungpinang

"Kami mengimbau masyarakat waspada adanya kabut asap yang dapat mengganggu pernapasan dan jarak pandang. Selain itu, ada potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi hingga siang hari," kata Hayu.

Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat. Pengguna kendaraan juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang yang berkurang dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top