KEPULAUAN RIAU — Apple bersiap menjual iPhone Duo, perangkat lipat pertamanya, secara global pada 23 Oktober mendatang. Namun laporan terbaru menyebut pasokan hari pertama bakal terbatas karena hasil produksi belum memenuhi standar kualitas Apple. Calon pembeli di pasar seperti Indonesia kemungkinan harus bersiap menghadapi stok tipis dan antrean panjang.
Apple meluncurkan iPhone Duo bersamaan dengan jajaran iPhone Pro tahun ini. Perangkat tersebut dipasarkan sebagai foldable pertama Apple, sehingga ekspektasi publik terhadapnya jauh lebih tinggi dibanding rilis iPhone biasa.
Karena ini produk lipat perdana, proses produksinya dilaporkan belum mampu mengikuti standar kualitas ketat Apple. Kondisi itu berpotensi membuat jumlah unit yang tersedia saat penjualan perdana jauh lebih sedikit dari permintaan.
Apple dikenal tidak mau berkompromi soal toleransi produksi. Pada perangkat lipat, tantangannya berlipat karena ada engsel dan layar fleksibel yang harus lolos uji lipat berkali-kali.
Hasil produksi yang rendah membuat Apple kemungkinan hanya mengirim unit dalam jumlah terbatas ke tiap negara pada gelombang pertama. Artinya, tidak semua pembeli yang berminat bisa langsung mendapatkannya di hari peluncuran.
Penjualan global iPhone Duo dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober. Tanggal tersebut menjadi penentu seberapa cepat stok di pasar-pasar utama, termasuk kawasan Asia, habis terjual.
Hingga kini belum ada informasi resmi soal harga, varian penyimpanan, maupun ketersediaan khusus untuk pasar Indonesia. Semua masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Apple.
Stok yang tipis biasanya memicu dua hal: harga jual di pasar sekunder melambung dan waktu tunggu pengiriman jadi lebih panjang. Pola ini pernah terjadi pada sejumlah peluncuran produk Apple sebelumnya.
Bagi yang ingin membeli, memantau kanal resmi Apple dan mitra distributor resmi menjadi langkah paling aman. Membeli dari penjual tidak resmi berisiko pada garansi dan keaslian unit.
Kehadiran iPhone Duo menambah persaingan di segmen ponsel lipat yang sebelumnya dikuasai merek seperti Samsung dan sejumlah produsen China. Apple masuk belakangan, tetapi dengan basis pengguna setia yang besar.
Keterbatasan pasokan awal bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi menjaga eksklusivitas, di sisi lain berisiko membuat sebagian calon pembeli beralih ke kompetitor yang stoknya lebih siap.
iPhone Duo paling cocok untuk pengguna yang memang menunggu perangkat lipat dari ekosistem Apple dan tidak masalah mengantre atau membayar lebih di awal. Untuk pembeli yang butuh perangkat cepat tersedia, menunggu gelombang stok berikutnya kemungkinan lebih masuk akal.