CKB Logistics Andalkan Gudang Osowilangun, Simpul Logistik ke Indonesia Timur

Penulis: Ronal Siregar  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:07:31 WIB
Fasilitas pergudangan terintegrasi CKB Logistics di Osowilangun, Surabaya, seluas 140.000 meter persegi.

KEPULAUAN RIAU — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) mengoperasikan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya, seluas 140.000 meter persegi dengan tingkat keterisian 82 persen. Fasilitas yang beroperasi sejak 2017 itu diposisikan sebagai penghubung arus barang dari industri Jawa Timur menuju kawasan Indonesia Timur.

Paragraf pembuka: Fasilitas Osowilangun menggabungkan fungsi pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan, dan distribusi dalam satu kompleks. Di dalamnya berdiri Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi yang mendukung fleksibilitas arus barang masuk dan keluar.

Direktur Utama CKB Logistics, Iman Sjafei, menyebut fasilitas ini bukan sekadar ruang penyimpanan. Menurut dia, Osowilangun dirancang sebagai simpul yang menyambungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur.

"Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur. Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan," ujar Iman dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Skema Pusat Logistik Berikat dan Layanan Kepabeanan

Status PLB memberi kelegaan arus kas bagi pelanggan. Barang yang masuk ke kawasan ini bisa ditunda pembayaran bea dan pajaknya sampai benar-benar dikeluarkan, sesuai ketentuan kepabeanan yang berlaku.

Penundaan itu bukan penghapusan kewajiban. CKB Logistics menegaskan mekanisme tersebut tetap terikat aturan kepabeanan, termasuk untuk penyimpanan, repacking, pelabelan, dan konsolidasi barang.

Iman menjelaskan, layanan terintegrasi itu menjadi nilai jual utama perusahaan di tengah persaingan logistik yang makin ketat. "Osowilangun adalah fasilitas logistik terintegrasi CKB Logistics di Surabaya yang menggabungkan fungsi pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan, dan distribusi," imbuhnya.

Momentum Pertumbuhan Sektor Logistik

Langkah CKB Logistics bersandar pada tren sektor yang sedang naik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 6,81 persen secara kumulatif pada semester I-2026.

Secara tahunan, sektor ini tumbuh 8,04 persen pada triwulan I dan 5,65 persen pada triwulan II. Kontribusinya terhadap struktur PDB triwulan II mencapai 6,16 persen.

Supply Chain Indonesia memproyeksikan sektor Transportasi dan Pergudangan menembus Rp1.713,24 triliun pada 2027, atau tumbuh 7,69 persen. Angka itu memberi ruang bagi operator pergudangan untuk menambah kapasitas.

Dari sisi regional, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen pada triwulan I-2026 dan 5,72 persen pada triwulan II. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan provinsi ini sepanjang 2026 berada di kisaran 4,9-5,7 persen, ditopang konsumsi, investasi, ekspor, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.

Efisiensi Energi dan Tanggung Jawab Lingkungan

Kompleks Osowilangun memakai pencahayaan alami berbasis skylight dan forklift listrik untuk menekan konsumsi energi operasional. CKB Logistics juga menjalankan program tanggung jawab sosial pilar lingkungan, salah satunya penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya, serta penerapan standar emisi Euro 4.

"Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan," kata Iman.

Perusahaan juga menyoroti sisi tata kelola melalui kepatuhan regulasi yang mendukung Good Corporate Governance, penyerapan tenaga kerja, dan inklusivitas sebagai bagian dari komitmen ESG.

Rencana ke Depan

CKB Logistics menyiapkan penguatan digitalisasi untuk mempercepat pembacaan kebutuhan pelanggan. Penerapan ESG diarahkan agar pertumbuhan bisnis logistik tetap sejalan dengan efisiensi dan tanggung jawab lingkungan.

"Ke depan, kami akan terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Digitalisasi membantu kami membaca kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, sementara penerapan ESG memastikan pertumbuhan logistik berjalan seiring dengan efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan," tutup Iman Sjafei.

Penutup: Dengan tingkat keterisian 82 persen dan luas 140.000 meter persegi, Osowilangun menjadi salah satu aset logistik terbesar milik CKB Logistics di kawasan timur Pulau Jawa. Posisi Surabaya sebagai pintu gerbang ekonomi Indonesia Timur membuat fasilitas ini krusial bagi industri yang butuh kepastian arus barang.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top