OJK Kepri Edukasi 4 Kelompok Usaha Perikanan Natuna soal Kelola Keuangan dan Akses Subsidi Margin

Penulis: Ronal Siregar  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:29:33 WIB
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyampaikan materi edukasi pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha perikanan di Natuna.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau menggelar edukasi pengelolaan keuangan bagi nelayan tangkap, pembudidaya, pengrajin olahan perikanan, dan pengepul di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (30/9). Kegiatan itu menyertakan bank sebagai sumber pembiayaan untuk mempertemukan pelaku usaha dalam satu rantai bisnis. Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyebut edukasi ini penting karena hasil perikanan Natuna sudah menembus pasar ekspor.

NATUNA — Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menjelaskan bahwa pelibatan bank dalam edukasi ini bertujuan menghubungkan pelaku usaha yang saling membutuhkan. Nelayan tangkap dan budidaya, pengrajin olahan perikanan, pengepul, serta perbankan duduk dalam satu forum agar rantai bisnis perikanan Natuna tidak terputus di tengah jalan.

Jejaring antarpelaku usaha dinilai perlu dibangun agar setiap pihak bisa saling mendukung mengembangkan usaha. Kolaborasi itu diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Nelayan Natuna Butuh Pengembangan Kewirausahaan dan Permodalan

Sinar mengaku sebelumnya berdiskusi dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Hadi. Dari pembicaraan itu terungkap dua kebutuhan utama nelayan setempat.

"Kemarin saya berdiskusi dengan Pak Hadi (Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna), hasilnya ditemukan bahwa nelayan membutuhkan pengembangan kewirausahaan dan beberapa juga membutuhkan bantuan permodalan, untuk itu kita lakukan semacam edukasi," ucapnya.

Potensi perikanan Natuna menjadi alasan utama edukasi ini digelar. Hasil tangkapan dari kabupaten paling utara Kepri itu sudah menembus pasar ekspor, sehingga pelaku usaha dituntut melek pengelolaan keuangan.

Apa Itu TPAKD Kepri dan Subsidi Margin Nol Persen?

Peserta edukasi diperkenalkan pada laman TPAKD Kepri, https://tpakdkepri.id/, yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha mengakses layanan keuangan. Laman itu memuat informasi program permodalan, salah satunya subsidi margin dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan memilih menu subsidi margin, pemohon langsung diarahkan ke pihak berwenang sesuai layanan yang dibutuhkan. Proses verifikasi dan validasi pengajuan pinjaman pun berjalan lewat jalur yang sama.

"Kita kenalkan juga satu tools dari OJK, yaitu TPAKD Kepri. Kalau ada nelayan yang membutuhkan permodalan, bisa langsung mengakses ke sana, memilih produknya apa, misalnya subsidi margin nol persen, atau Kredit Usaha Rakyat (KUR)," katanya.

Bank dan Pengepul Duduk Satu Forum

Edukasi ini tidak hanya menyasar nelayan sebagai peminjam modal. Pengepul perikanan dan pengrajin olahan turut dilibatkan karena mereka memegang peran menyerap hasil tangkapan sebelum masuk pasar.

Kehadiran bank dalam forum memberi jalur langsung bagi peserta yang ingin mengajukan pembiayaan. Pelaku usaha bisa menanyakan syarat, plafon, hingga skema angsuran tanpa harus berpindah kantor.

OJK Kepri berharap layanan di laman TPAKD mempermudah masyarakat memperoleh informasi sekaligus mengakses permodalan yang tersedia. Bagi nelayan Natuna, akses pembiayaan yang lancar menjadi kunci mengembangkan usaha di tengah potensi ekspor yang sudah terbuka.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top