Investasi Batam Tembus Rp 40 Triliun pada Semester I 2026, Ekonomi Tumbuh 7,28 Persen

Penulis: Bastian Sihombing  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:47:31 WIB
Realisasi investasi Kota Batam mencapai sekitar Rp 40 triliun pada Semester I 2026.

Realisasi investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, mencapai sekitar Rp 40 triliun sepanjang Semester I 2026. Capaian itu disertai pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7,28 persen, naik dari level 6,76 persen sepanjang 2025. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut angka tersebut menandakan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi.

BATAM — Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyatakan pertumbuhan ekonomi, investasi, dan konektivitas yang menguat semakin mempertegas posisi Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Pertumbuhan ekonomi Batam pada Semester I 2026 tercatat 7,28 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sepanjang 2025 yang berada di level 6,76 persen.

Investasi Rp 40 Triliun dan Fondasi Ekonomi Batam

Amsakar menilai capaian tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Batam yang semakin kuat. Menurut dia, geliat ekonomi terlihat dari pergerakan investasi yang terus berlanjut.

"Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 7,28 persen dan investasi terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Minggu.

Perkembangan itu turut mendorong perhatian internasional terhadap Batam, terutama di sektor teknologi dan infrastruktur digital.

Kampus Nvidia DSX AI Factory Ditargetkan Beroperasi Kuartal I 2027

Salah satu proyek yang disorot adalah rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam. Proyek itu dikembangkan Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, melalui kemitraan strategis dengan Nvidia dan DayOne.

Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt dengan target operasional pada kuartal I 2027.

"Batam sekarang sudah tidak lagi hanya diperbincangkan di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional. Kita bisa melihat bagaimana investasi di bidang AI dan pusat data mulai masuk ke Batam. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki posisi yang semakin strategis," ujar dia.

Batam Peringkat Keenam Indeks Konektivitas Pelabuhan Dunia

Penguatan konektivitas juga menjadi sorotan. Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada kuartal II 2026, berada di peringkat keenam.

Amsakar menilai capaian itu memperkuat posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, ditopang perkembangan infrastruktur dan konektivitas.

"Semua ini menunjukkan bahwa Batam sedang bergerak. Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar," ujarnya.

Manfaat Investasi Harus Terasa ke Warga Batam

Meski mencatat berbagai capaian, Amsakar menegaskan pertumbuhan tidak boleh hanya dilihat sebagai angka. Menurut dia, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembukaan lapangan kerja, perkembangan usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik, maupun pembangunan infrastruktur," katanya.

Realisasi investasi Rp 40 triliun pada Semester I 2026 menjadi modal Batam melanjutkan target pertumbuhan hingga akhir tahun, seiring masuknya proyek pusat data dan penguatan konektivitas pelabuhan.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top