BATAM — Kawasan Seraya di Kota Batam yang sebelumnya menjadi markas Kodim 0316/Kota Batam kini disiapkan sebagai pusat komando Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah. Pemindahan fungsi kawasan itu menandai berdirinya struktur komando kewilayahan TNI AD tingkat provinsi di Kepulauan Riau.
Selama ini, Kepri belum memiliki kodam sendiri. Provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, sehingga penguatan koordinasi pertahanan dinilai menjadi kebutuhan tersendiri.
Mayjen TNI Rionardo dipercaya memimpin Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah sebagai pangdam pertama. Ia merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer 1994 dan lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 4 Agustus 1971.
Rionardo memiliki pengalaman di kecabangan Infanteri, termasuk di lingkungan Kopassus. Sebelum ditunjuk memimpin kodam baru di Kepri, ia menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial.
Pelantikannya dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026, setelah rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI. Momen itu sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan Kodam Mahmud Riayat Syah sebagai struktur komando baru.
Batam merupakan kota terbesar di Kepri dan berada di kawasan perbatasan, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Kota ini juga menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pelayaran di kawasan Selat Malaka.
Dengan pusat komando di Batam, Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah akan menjalankan fungsi teritorial TNI AD di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Karakter geografis Kepri sebagai provinsi kepulauan dengan ribuan pulau dan sejumlah wilayah terluar membuat penguatan koordinasi kewilayahan menjadi bagian penting dari struktur baru tersebut.
Nama Mahmud Riayat Syah memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Melayu dan Kepulauan Riau. Ia merupakan Sultan Riau-Lingga yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan di kawasan tersebut.
Pemilihan nama itu membuat berdirinya Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah tidak hanya menghadirkan struktur komando baru. Identitas pertahanan Kepri sekaligus membawa nama seorang tokoh sejarah daerah ke dalamnya.
Sebagai pangdam pertama, Rionardo tidak memimpin satuan yang telah lama berdiri. Ia menjadi perwira yang memulai perjalanan Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah sejak proses penguatan organisasi, penataan satuan, hingga pelaksanaan fungsi teritorial TNI AD di Kepulauan Riau.
Bagi Kepri, kehadiran kodam sendiri menjadi penanda perubahan besar dalam struktur pertahanan wilayah. Bagi Batam, penetapan kota ini sebagai pusat komando menjadikan Seraya bukan lagi sekadar kawasan bekas markas satuan teritorial, melainkan lokasi markas komando tertinggi TNI AD di wilayah Kepulauan Riau.
Rangkaian babak awal itu dimulai pada 5 Oktober 2026, ketika Mayjen TNI Rionardo dilantik sebagai Pangdam pertama Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah.