Sport Tourism Indonesia Dinilai Perkuat Pariwisata, MotoGP Mandalika Jadi Contoh

Penulis: Ronal Siregar  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 16:35:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai sport tourism berpeluang memperkuat sektor pariwisata Indonesia.

KEPULAUAN RIAU — Wisata olahraga atau sport tourism dinilai berpeluang memperkuat sektor pariwisata Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah, didukung kekayaan alam dan rangkaian event nasional maupun internasional. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut gaya hidup masyarakat yang makin aktif membuat peluang ini semakin terbuka. Salah satu buktinya, MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan memberi dampak ekonomi Rp2,7-Rp4,7 triliun.

Kementerian Pariwisata menempatkan sport tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan sektor pariwisata ke depan. Widiyanti menilai olahraga tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, melainkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke suatu daerah.

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika dan HYROX Jakarta

Sejumlah event olahraga berskala besar sudah membuktikan potensi ini di Indonesia. MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan memberikan dampak ekonomi mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun bagi perekonomian daerah dan nasional.

Event lain, HYROX Jakarta yang digelar 27-28 Juni 2026, diikuti sekitar 11.500 peserta. Sebanyak 15 persen di antaranya merupakan warga negara asing yang datang langsung ke Indonesia.

Mengapa Gaya Hidup Masyarakat Jadi Kunci

Widiyanti menyebut peluang ini semakin dekat karena gaya hidup masyarakat Indonesia sudah bergerak ke arah yang sama. Olahraga kini menjadi bagian dari keseharian, bukan lagi kegiatan musiman.

"Peluang ini terasa semakin dekat bagi Indonesia karena gaya hidup masyarakat kita sudah bergerak ke arah yang sama," kata Widiyanti, Senin (5/10/2026).

Secara global, wisata olahraga dinilai mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pengeluaran selama perjalanan. Wisatawan yang datang untuk event cenderung tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak di destinasi.

Event Tidak Boleh Menumpuk di Destinasi Unggulan

Pengembangan sport tourism perlu memperhatikan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Widiyanti berharap event olahraga tidak hanya berpusat di destinasi wisata unggulan, tetapi juga berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami meyakini bahwa desain besar ini akan menjadi fondasi penting yang semakin memperkuat posisi sports tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan," ujar Widiyanti.

Tantangan: Pemerataan Event hingga Akomodasi

Pengembangan wisata olahraga masih menghadapi sejumlah tantangan. Widiyanti menyoroti soal pemerataan event, kapasitas akomodasi dan infrastruktur, serta keberlanjutan kunjungan wisatawan setelah event berakhir.

Karena itu, diperlukan standardisasi layanan, profesionalisme penyelenggara, serta pengelolaan risiko yang baik. Tujuannya agar event olahraga di Indonesia mampu memenuhi standar internasional.

Kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak terkait dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi sport tourism. Sektor ini diharapkan menjadi penggerak pariwisata sekaligus ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Reporter: Ronal Siregar
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top