KEPULAUAN RIAU — Seruan boikot terhadap sejumlah merek kuliner Indonesia beredar di media sosial Malaysia belum lama ini. Ajakan itu muncul di tengah memanasnya percakapan warganet kedua negara, meski tidak ada larangan resmi dari pemerintah Malaysia.
Perseteruan warganet Indonesia dan Malaysia kembali memanas dan kali ini merembet ke urusan produk kuliner. Sebuah unggahan di Threads menyerukan boikot terhadap sejumlah merek makanan, minuman, hingga restoran Indonesia yang beroperasi di Negeri Jiran.
Pemicunya berkaitan dengan klaim adanya konten dari pihak Indonesia yang dianggap menghina Raja Malaysia. Klaim itu belum terverifikasi secara independen. Daftar yang beredar pun bukan cuma makanan kemasan, tapi juga jaringan kopi, gerai minuman, dessert, dan restoran.
Indomie, merek mie instan dari Indofood, sudah lama dikenal di Malaysia dan punya sejumlah varian yang dipasarkan khusus untuk konsumen sana. Varian rasanya mulai dari Mie Goreng, Soto, Kari, hingga sejumlah edisi khusus.
Sebagai alternatif lokal, Mamee Chef dari Mamee Double-Decker bermain di kategori yang sama. Bedanya, Mamee Chef lebih menonjolkan cita rasa khas Malaysia dan Asia, seperti Curry Laksa, Lontong, serta Creamy Tom Yam.
Kenangan Coffee adalah jaringan kedai kopi asal Indonesia yang telah berekspansi ke Malaysia dan menawarkan berbagai minuman kopi serta non-kopi. Konsepnya mengandalkan kopi modern dengan cita rasa yang banyak terinspirasi selera Asia.
Kompetitor lokal di segmen serupa adalah ZUS Coffee. Jaringan kopi Malaysia ini memposisikan diri sebagai penyedia specialty coffee dengan harga yang dibuat lebih terjangkau.
Ai-Cha Ice Cream & Tea menggabungkan produk es krim dan minuman teh. Merek asal Indonesia ini berkembang cukup cepat di Malaysia dan telah membuka banyak outlet di berbagai wilayah.
Untuk kategori minuman teh kekinian, Tealive menjadi alternatif kuat. Ai-Cha punya identitas pada kombinasi es krim dan teh, sedangkan Tealive lebih dikenal sebagai jaringan minuman teh dan bubble tea asal Malaysia.
MOMOYO menggabungkan es krim, minuman manis, fruit tea, dan produk dessert lainnya. Merek ini mulai membuka outlet di Malaysia pada 2024 dan kini berkembang jadi salah satu pemain di kategori tersebut.
Merek Malaysia yang bisa disejajarkan adalah Coolblog. Keduanya menyasar pasar minuman dan dessert dengan harga relatif terjangkau. MOMOYO mengandalkan es krim, fruit tea, matcha, dan kreasi minuman yang mengikuti tren.
Sari Ratu adalah jaringan restoran Indonesia yang ikut disebut dalam seruan boikot. Restoran ini dikenal menyajikan masakan Padang dengan menu seperti rendang, ayam pop, dan gulai.
Jika boikot diamini, konsumen Malaysia kemungkinan beralih ke restoran lokal yang menawarkan masakan Melayu dan Nusantara. Dampaknya bisa meluas ke pelaku usaha lokal, termasuk pekerja, franchisee, pemasok, dan mitra usaha di Malaysia.
Hingga kini, tidak ada larangan umum dari pemerintah Malaysia terhadap produk makanan Indonesia. Seruan boikot ini murni aksi warganet, tapi tetap berpotensi memukul ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak di kedua negara.