Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, lolos penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika menyebut pencapaian itu sebagai momentum menunjukkan inovasi yang dibangun bersama warga. Pemkab Bintan telah melakukan pembinaan, termasuk klarifikasi data dan dokumen untuk tahapan penilaian berikutnya.
BINTAN — Keikutsertaan Tanjung Uban Selatan pada ajang Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 dinilai sebagai kebanggaan bagi Pemkab Bintan. Ronny Kartika menyatakan pencapaian tersebut menjadi kesempatan memperlihatkan praktik baik yang selama ini berjalan di tingkat kelurahan.
Menurut Ronny, kekuatan Tanjung Uban Selatan terletak pada keberagaman program yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administrasi. Program-program itu juga menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
"Pemerintah daerah juga telah melakukan pembinaan, termasuk klarifikasi data dan dokumen serta penguatan strategi dalam pemaparan materi untuk tahapan penilaian selanjutnya," kata Ronny di Bintan, Kamis.
Sejumlah inovasi yang dipaparkan dalam tahapan penilaian mencakup digitalisasi pelayanan melalui QR Code dan keterbukaan informasi. Ada pula penguatan UMKM serta pemberdayaan masyarakat yang terus dikembangkan kelurahan itu.
Di sektor lingkungan, Tanjung Uban Selatan memiliki sejumlah program seperti Bank Sampah Unit (BSU) Pensosmas, Bintan Ojek Sampah (BOS), Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat (GEBEREMAS), dan Edukasi Mitigasi dan Adaptasi Sampah (EMAS).
BSU Pensosmas yang dibentuk sejak 2021 mencakup tiga kecamatan, yakni Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Teluk Sebong. Unit itu telah meraih berbagai penghargaan pada 2026, menjadi bagian dari rekam jejak inovasi yang dipaparkan dalam penilaian.
Sekda turut menyoroti program ketahanan pangan yang disiapkan kelurahan. Program itu meliputi urban farming, hidroponik, hingga Budikdamber.
Pengembangan program tersebut menyasar rumah tangga dan kelompok masyarakat dengan target dalam lima tahun ke depan. Ronny menilai inovasi di tingkat kelurahan dapat tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan dikembangkan menjadi program berkelanjutan.
"Yang paling penting, prestasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi dari keberlanjutan program dan manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, berbagai program unggulan Tanjung Uban Selatan harus terus dijalankan dan dikembangkan," ujar Ronny.
Keikutsertaan Tanjung Uban Selatan pada tahun ini menjadi kesempatan memperlihatkan bahwa inovasi tingkat kelurahan bisa berangkat dari kebutuhan warga. Pemkab Bintan menyatakan pembinaan tetap dilakukan menjelang tahapan penilaian selanjutnya menuju Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.