Mentrans Dukung Pengolahan Air Laut untuk Pusat Data Batam, Kapasitas 1,47 GW Disiapkan

Penulis: Topan Lubis  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:46:31 WIB
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendukung pemanfaatan teknologi SWRO untuk kebutuhan air pusat data di Batam.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan air laut bagi industri pusat data di Batam, Kepulauan Riau, agar pasokan air warga dari waduk tetap aman. Dukungan itu sejalan dengan langkah BP Batam yang mendorong pelaku industri membangun fasilitas seawater reverse osmosis (SWRO) secara mandiri di KEK Nongsa dan kawasan industri Kabil. BP Batam memproyeksikan fasilitas tersebut menambah kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

BATAM — Kebutuhan air bagi operasional pusat data di Batam terus dihitung matang agar tidak menggerus pasokan untuk rumah tangga. Teknologi SWRO dinilai menjadi jalan tengah: industri tetap berjalan, waduk tetap menyimpan air bagi warga. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan investasi dan tanggung jawab harus berjalan bersamaan.

"Investasi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebutuhan air pusat data harus disiapkan dengan baik, termasuk melalui SWRO," kata Iftitah dalam keterangannya yang diterima di Batam, Kepri, Jumat.

Mengapa Pusat Data Batam Butuh Air Laut, Bukan Air Waduk

Teknologi seawater reverse osmosis mengubah air laut menjadi air tawar. Menurut Iftitah, pilihan itu dapat memenuhi kebutuhan operasional pusat data tanpa membebani pasokan air masyarakat dari waduk.

"Dengan perencanaan yang jelas, kita bisa menjaga kebutuhan masyarakat sekaligus memberi ruang bagi tumbuhnya industri baru," ujarnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam yang mendorong pembangunan fasilitas SWRO secara mandiri oleh pelaku industri pusat data. Dua lokasi yang diproyeksikan menjadi titik pembangunan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil.

750 Liter per Detik pada Tahap Awal, Naik Jadi 1.000 Liter per Detik

Berdasarkan data BP Batam pada September 2026, terdapat 10 rencana pengembangan pusat data di Batam, dengan satu di antaranya telah beroperasi.

BP Batam memproyeksikan fasilitas SWRO di KEK Nongsa dan Kabil menambah kapasitas produksi air sekitar 750 liter per detik pada tahap awal dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Kapasitas itu direncanakan meningkat menjadi sekitar 1.000 liter per detik pada tahap berikutnya.

Tambahan kapasitas tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri tanpa mengurangi pasokan air waduk bagi masyarakat.

Kapasitas IT Capai 1,47 GW, Listrik Ikut Disiapkan

Selain air, Iftitah mendukung penguatan pasokan listrik dan infrastruktur penunjang melalui koordinasi antara pemerintah, BP Batam, penyedia energi, serta pelaku usaha.

Pemetaan BP Batam pada September 2026 mencatat kapasitas pusat data yang telah beroperasi, komitmen investasi, dan rencana pengembangan secara keseluruhan mencapai 1,47 gigawatt (GW) kapasitas teknologi informasi (IT). Peningkatan kapasitas sebesar itu memerlukan kesiapan infrastruktur energi.

Peluang Batam Jadi Pusat Data Skala Global

Iftitah menilai Batam memiliki peluang menjadi salah satu pusat data berskala global karena posisi geografisnya yang strategis. Potensi menarik investasi lanjutan di sektor ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) disebutnya turut memperkuat peluang tersebut.

Peluang itu, menurut dia, perlu didukung ekosistem yang andal, kepastian layanan investasi, dan kesiapan tenaga kerja agar manfaatnya dirasakan masyarakat setempat.

"Kehadiran pusat data bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang lebih baik," katanya.

Investasi AI Rp88 Triliun di Nongsa Jadi Konteks

Sebelumnya, BP Batam pada Mei 2026 mengawal investasi pembangunan pusat data berbasis AI di kawasan Nongsa senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88 triliun, dengan luas pengembangan sekitar 30 hektare.

Kementerian Transmigrasi menyatakan siap mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan peluang kerja dan pengembangan keterampilan dari pertumbuhan ekonomi digital. Iftitah menegaskan pengembangan investasi perlu memberikan manfaat bagi warga setempat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, serta pertumbuhan pendapatan.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top