RSJPD Harapan Kita Dampingi Bedah Jantung Terbuka di RSUD RAT Kepri, 2 Pasien Siap Operasi

Penulis: Topan Lubis  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:49:01 WIB
Tim RSJPD Harapan Kita dan RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri mendampingi pelaksanaan bedah jantung terbuka di Tanjungpinang.

RSJPD Harapan Kita menggelar program proctorship atau pendampingan bedah jantung terbuka terhadap pasien di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan berlangsung 8-10 Oktober 2026 dengan dua pasien ditetapkan menjalani operasi dan satu pasien disiapkan sebagai cadangan. Program ini menandai kesiapan ekosistem layanan jantung di rumah sakit rujukan provinsi tersebut.

TANJUNGPINANG — Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dokter Iwan Dakota, menyatakan pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka menjadi tahapan penting karena menunjukkan kesiapan ekosistem layanan jantung di rumah sakit, termasuk layanan diagnostik dan intervensi yang mendukungnya.

Pendampingan layanan jantung di Kepri sendiri sudah berjalan sejak 2023. Saat itu Kepri menjadi provinsi ke-21 dari 34 provinsi yang mulai menjalankan pembelajaran operasi bedah jantung terbuka melalui program pengampuan.

Proctorship sebagai Transfer Pengetahuan dan Keterampilan

"Proctorship itu transfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu ke rumah sakit yang diampu," kata Iwan dalam kunjungannya ke RSUD RAT Kepri di Kota Tanjungpinang, Kamis.

Iwan menekankan proses pengampuan tidak berhenti pada pelaksanaan operasi. Tim pengampu akan melakukan pemantauan, evaluasi, serta pendampingan secara berkala untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

"Sekarang kita revitalisasi lagi. Rumah sakit pengampu di pusat mempunyai kewajiban untuk menjamin mutu pelayanan di rumah sakit yang didampingi agar standarnya sama dengan di Harapan Kita," ujar Iwan.

Dua Pasien Jalani Operasi, Satu Disiapkan sebagai Cadangan

Direktur RSUD RAT Kepri, dokter Bambang Utoyo, menyampaikan tim heart team RSUD RAT bersama tim RSJPD Harapan Kita telah melakukan proses seleksi dan evaluasi terhadap pasien yang memenuhi kriteria tindakan.

Dua pasien ditetapkan untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka, dengan satu pasien lainnya disiapkan sebagai pasien cadangan.

"Kegiatan Proctorship berlangsung selama 8-10 Oktober 2026, meliputi persiapan dan pembekalan tim, pelaksanaan tindakan operasi bersama proktor, perawatan pascaoperasi di ICU, serta evaluasi dan diskusi," ungkap Bambang.

Gubernur: Warga Kepri Tak Perlu Lagi Berobat Jantung ke Jakarta

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik program proctorship bedah jantung tersebut sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan rujukan agar masyarakat tidak lagi harus pergi ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan penyakit jantung yang membutuhkan tindakan kompleks.

"Tujuan dari Proctorship ini bagaimana masyarakat kita tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta, namun mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas di Kepri," ujar Ansar.

Ansar menyebut penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar daerah.

13 Rumah Sakit dan 96 Puskesmas, Kapasitas RSUD RAT Terus Ditambah

Provinsi Kepri saat ini memiliki 13 rumah sakit milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta 96 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah. Peningkatan kualitas layanan harus terus dilakukan, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

RSUD Raja Ahmad Tabib terus ditingkatkan kapasitasnya sebagai rumah sakit rujukan provinsi. Pemprov Kepri tengah membangun gedung poliklinik enam lantai yang nantinya terkoneksi dengan gedung utama, disertai pengembangan fasilitas rawat inap.

Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi layanan kesehatan di Kepri. Pemprov Kepri memberikan dukungan pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis yang diproyeksikan memperkuat kebutuhan tenaga medis di rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota.

"Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan layanan dasar dan layanan penunjang di daerah," demikian Ansar.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top