Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menggelar lomba permainan gasing antarkecamatan di Tugu Gasing, Jalan Adam Malik, Kecamatan Bunguran Timur, selama 10 hari mulai 10 hingga 22 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Natuna itu hanya diikuti 20 tim dari total 50 tim yang terdata, menyusul penyesuaian anggaran Pemkab Natuna. Panitia menyiapkan hadiah bagi para juara dengan juara pertama sekitar Rp10 juta.
NATUNA — Wakil Bupati Natuna Jarmin membuka lomba gasing antarkecamatan di Tugu Gasing, Jalan Adam Malik, Kecamatan Bunguran Timur. Menurut Jarmin, pelestarian permainan tradisional perlu dilakukan agar warisan budaya yang diwariskan turun-temurun tetap dikenal masyarakat, terutama generasi muda.
Lomba berlangsung selama 10 hari, dari 10 hingga 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Natuna.
"Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Natuna," ucap Jarmin saat membuka lomba.
Jarmin menyebut lomba gasing bukan sekadar ajang hiburan. Menurut dia, kegiatan ini menjadi langkah Pemkab Natuna mempererat hubungan antarmasyarakat dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi daerah.
"Pertandingan ini bukan hanya mencari siapa yang menang dan kalah, akan tetapi ada beberapa nilai lain seperti ketangkasan, ketelitian, sportivitas dan kebersamaan," ujar dia.
Ketua Panitia Lomba Gasing Herman mengatakan total tim gasing yang terdata di Kabupaten Natuna sebanyak 50 dengan anggota mencapai ribuan orang. Namun, penyesuaian anggaran Pemkab Natuna membuat panitia hanya membuka lomba untuk 20 tim.
Pertandingan dihentikan sementara pada Jumat dan Senin saat peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna. Penyesuaian jadwal itu disampaikan Herman agar rangkaian peringatan hari jadi daerah tetap berjalan.
"Lomba dihentikan sementara saat Jumat dan Senin saat peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna," ucapnya.
Panitia mempertandingkan tiga kategori lomba. Kategori tending mengukur lamanya gasing berputar, mangkak adalah kategori memukul gasing, sedangkan nahan merupakan kategori menahan pukulan gasing lawan.
Hadiah bagi para juara telah disiapkan panitia. Untuk sementara, juara pertama mendapat hadiah sekitar Rp10 juta.
"Panitia juga telah menyediakan hadiah untuk para juara, untuk sementara juara pertama sekitar Rp10 juta," ujar Herman.
Pemkab Natuna berharap kegiatan pelestarian budaya seperti lomba gasing dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman.