BATAM — Badan Pengusahaan Batam melalui Direktorat Badan Usaha SPAM dan Pengolahan Limbah menggelar Salat Istisqa bersama masyarakat Kota Batam di area Waduk Nongsa, Jumat (9/10/2026). Ibadah diikuti kurang lebih 500 warga dan ditutup dengan khutbah keagamaan yang disampaikan Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., M.A.
Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari upaya pemenuhan air bagi kebutuhan masyarakat sekaligus pemulihan elevasi air baku di waduk-waduk penampungan. Langkah spiritual itu berjalan seiring percepatan penanganan teknis suplai air di kawasan Nongsa yang terus dilakukan BP Batam.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan penguatan sistem dilakukan melalui interkoneksi pipa dari SPAM Duriangkang ke jaringan pipa distribusi Nongsa. BP Batam juga memaksimalkan pengerjaan interkoneksi pipa dari Embung Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa untuk menambah pasokan air baku lokal secara signifikan.
"BP Batam juga memaksimalkan pengerjaan interkoneksi pipa dari Embung Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa sebagai dukungan penambahan pasokan air baku lokal secara signifikan," ujarnya.
Pengerjaan interkoneksi menyasar dua sumber berbeda agar pasokan air baku ke Waduk Nongsa tidak bergantung pada satu jalur. Elevasi air di waduk penampungan menjadi kunci kelancaran aktivitas harian dan kesejahteraan warga Kota Batam.
Agar ketersediaan air bersih warga terjamin selama proses pengerjaan teknis berlangsung, BP Batam menyiagakan armada mobil tangki air yang siap didistribusikan. Penyaluran air melalui tangki menjadi penyangga sementara ketika jaringan pipa masih dalam tahap penyelesaian.
"Upaya penanganan teknis terus dilakukan oleh BP Batam secara bertahap dan terukur agar proses pengaturan penyaluran air berjalan lancar, sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat dipastikan dapat teraliri dengan baik," jelas Ariastuty.
Ariastuty menyampaikan kegiatan Salat Istisqa sekaligus menjadi wadah perenungan diri serta wujud sinergi antara pengelola dan pengguna fasilitas publik di Batam. Menurutnya, kondisi ketersediaan air baku membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya kerja teknis pengelola waduk.
"Melalui momentum refleksi spiritual ini, kita memohon rahmat dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa agar kondisi ketersediaan air baku di Kota Batam dapat segera pulih," ujar Ariastuty.
BP Batam menyatakan terus meningkatkan upaya evaluasi tata kelola air dengan merangkul seluruh pihak secara terbuka dan transparan. Orientasi akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat dan ketahanan air baku yang berkelanjutan di Kota Batam.