NATUNA — Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Natuna ke-27 mengusung tema "Arif Melangkah Berjaya Tuah" dan diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta berbagai unsur masyarakat. Wakil Bupati Jarmin Sidik, Sekretaris Daerah Boy Wijanarko Varianto, anggota DPRD Kabupaten Natuna, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dan pimpinan Forum Koordinasi Perangkat Daerah turut hadir. Muhammad Amin bertindak sebagai pemimpin upacara.
Cen Sui Lan menyebut peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum mengenang sejarah, mengevaluasi hasil pembangunan, dan mengidentifikasi tantangan yang belum selesai.
"Selama 27 tahun perjalanan pembangunan Kabupaten Natuna telah mengalami berbagai perkembangan dan perubahan. Berbagai keberhasilan telah kita raih, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian, kesungguhan, dan kerja bersama," ujarnya.
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Natuna pada 2025 mencapai 78,94 poin. Tingkat kemiskinan turun menjadi 4,81 persen, berkurang 0,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Rasio Gini tercatat 0,263 poin, sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 3,98 persen atau sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya. Cen Sui Lan menilai kondisi itu perlu ditindaklanjuti lewat peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan usaha masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Natuna hingga triwulan II 2026 tercatat 9,51 persen dengan migas. Tanpa migas, pertumbuhan mencapai 0,59 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi 1,61 persen.
Bupati menekankan pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat dalam angka statistik. Menurutnya, capaian itu harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta meningkatkan pendapatan nelayan, petani, dan pelaku usaha lokal.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Natuna memperoleh dukungan anggaran dari APBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sekitar Rp637,53 miliar pada 2026. Dukungan itu diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat sektor perikanan dan pertanian, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah program strategis yang disampaikan dalam amanat tersebut meliputi:
Pemerintah mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan gudang Bulog di Pulau Laut, Midai, dan Serasan, serta program hilirisasi kelapa seluas 350 hektare. Di sektor pertanian, terdapat pembangunan jaringan irigasi air tanah senilai Rp12 miliar dan sejumlah program irigasi, konservasi, serta jalan usaha tani.
Di sektor perikanan, program asuransi memberikan perlindungan kepada 4.361 jiwa nelayan. Sebanyak 76 putra-putri Natuna juga menerima beasiswa pada 2026 untuk menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.
Cen Sui Lan menegaskan seluruh dukungan anggaran dan program pembangunan harus dikawal bersama agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat.
"Keterbatasan yang ada harus menjadi pemacu ba—" ujarnya.