KEPULAUAN RIAU — Kesehatan saluran cerna ternyata jadi fondasi penting kecerdasan anak, bukan hanya soal stimulasi. Ahli pencernaan anak, dr. Andy Darma, Sp.A(K), mengingatkan bahwa usus yang sehat membantu penyerapan nutrisi untuk perkembangan otak dan imunitas. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Selama dua hingga tiga bulan terakhir, banyak anak di Indonesia jatuh sakit berulang kali. Ada yang sembuh dari batuk pilek, lalu dua minggu kemudian kembali sakit dengan keluhan berbeda. Pola ini membuat orang tua kewalahan, terutama saat cuaca sedang tidak menentu.
Ahli Pencernaan Anak, dr. Andy Darma, Sp.A(K), menyebut fenomena ini seperti bola pingpong yang bolak-balik di rumah. Anak sembuh sebentar, lalu sakit lagi dengan keluhan yang sama atau berganti. Menurutnya, ada satu hal mendasar yang sering luput diperhatikan orang tua: kesehatan saluran cerna.
Dokter Andy menjelaskan bahwa organ terbesar yang mengurus imunitas tubuh adalah usus. Di dalam usus terdapat pusat pengaturan kekebalan tubuh yang bekerja setiap saat.
"Jadi bisa kita simpulkan kalau saluran cerna terganggu atau tidak sehat, atau nutrisinya nggak benar, itu pasti mengganggu secara umum, salah satunya imunitas tubuh. Jadi salah satu cara kita untuk memperbaiki imunitas adalah memperbaiki kesehatan saluran cerna," paparnya.
Artinya, ketika saluran cerna bermasalah, nutrisi tidak terserap optimal. Dampaknya bukan hanya pada imunitas, tapi juga pada perkembangan otak anak yang membutuhkan asupan gizi seimbang.
Beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia juga dihadapkan pada polusi udara di sejumlah daerah. Asap hingga abu vulkanik menjadi bahan diskusi para dokter karena memicu keluhan batuk dan gangguan pernapasan, terutama pada anak.
Fenomena El Nino memperburuk keadaan. Cuaca panas berkepanjangan tanpa hujan membuat kualitas udara menurun. Kualitas air yang buruk akibat pencemaran dan musim kering juga menjadi ancaman nyata bagi kesehatan pencernaan anak.
Kombinasi faktor lingkungan ini membuat anak lebih rentan sakit. Ketika anak sudah terpapar polusi, saluran pernapasannya terganggu. Belum lagi kalau air yang dikonsumsi tidak bersih, saluran cerna ikut terdampak.
Dokter Andy menekankan pentingnya menghindari ultra-processed food dan makanan tidak sehat lainnya. Nutrisi memegang peran sangat penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak.
Orang tua bisa mulai dengan memberikan makanan segar yang kaya serat, seperti buah dan sayur. Protein dari sumber alami juga membantu memperbaiki jaringan usus. Batasi makanan kemasan yang tinggi gula, garam, dan pengawet.
Selain itu, pastikan anak cukup minum air bersih. Kualitas air yang buruk bisa memicu gangguan pencernaan yang berulang. Jika sumber air di rumah diragukan, pertimbangkan untuk merebus atau menggunakan filter sebelum dikonsumsi.
Jika anak mengalami diare lebih dari dua hari, muntah terus-menerus, atau demam tinggi yang tidak turun, segera bawa ke dokter. Tanda dehidrasi seperti mata cekung, mulut kering, dan anak lemas juga tidak boleh diabaikan.
Anak yang sering sakit berulang dalam waktu berdekatan perlu diperiksa lebih lanjut. Bisa jadi ada masalah pada saluran cerna atau daya tahan tubuh yang perlu penanganan khusus.
Menjaga kesehatan saluran cerna anak bukan perkara sulit. Mulai dari makanan bergizi, air bersih, dan lingkungan yang bersih. Dengan usus yang sehat, nutrisi terserap optimal, imunitas kuat, dan kecerdasan anak berkembang maksimal.