Ekonomi Natuna di Luar Migas Tumbuh 0,59 Persen, Bupati Cen Sui Lan Sebut Manfaat bagi Warga Jadi Ukuran

Penulis: Maruli Sinaga  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 14:01:02 WIB
Pertumbuhan ekonomi Natuna tanpa migas tercatat 0,59 persen pada 2025.

NATUNA — Pertumbuhan ekonomi Natuna tanpa migas berbalik positif ke 0,59 persen. Angka ini menjadi penanda bahwa sektor di luar minyak dan gas mulai bergerak, meski skalanya masih terbatas.

Pemkab Natuna menyiapkan sejumlah program untuk memperluas sumber pertumbuhan tersebut. Sektor perikanan, perkebunan, dan ekonomi desa dinilai paling siap berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal.

Kampung Nelayan hingga Hilirisasi Kelapa di 350 Hektare

Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan berjalan di 20 lokasi. Hilirisasi kelapa dalam disiapkan pada lahan seluas 350 hektare.

Koperasi Desa Merah Putih diperkuat di 77 desa dan kelurahan. Pemkab Natuna juga memberikan perlindungan asuransi kepada 4.361 nelayan untuk mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Mengapa Kontribusi Migas Tak Otomatis Menyejahterakan Warga

Besarnya kontribusi migas dalam perhitungan ekonomi daerah tidak otomatis menggambarkan kuatnya aktivitas ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Cen Sui Lan menyoroti hal itu dalam pidatonya.

Pemerintah daerah, kata Cen, harus memastikan pembangunan mampu menggerakkan usaha masyarakat, membuka lapangan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan warga.

"Sudah banyak yang kita kerjakan untuk mendorong pembangunan Natuna. Kita berharap berbagai upaya ini segera membuahkan hasil dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Bagi Nelayan, Bantuan Saja Tidak Cukup

Keberhasilan program nonmigas pada akhirnya ditentukan oleh hasil yang dirasakan masyarakat. Bagi nelayan, penguatan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan bantuan.

Peluang meningkatkan nilai jual hasil tangkapan dan memperluas akses pasar menjadi kebutuhan yang sama pentingnya. Begitu pula dengan perkebunan dan koperasi desa.

Potensi yang tersedia perlu didukung pengelolaan, akses pemasaran, dan kegiatan usaha yang mampu menciptakan perputaran ekonomi secara berkelanjutan.

IPM 78,94 dan Kemiskinan Turun 0,44 Poin

Sejumlah indikator pembangunan Natuna pada 2025 menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia tercatat 78,94.

Tingkat kemiskinan berada di angka 4,81 persen, turun 0,44 poin. Rasio Gini tercatat 0,263.

Perbaikan indikator itu menjadi modal, tetapi tantangan berikutnya adalah menjaga agar berjalan seiring dengan menguatnya kegiatan ekonomi masyarakat.

Ukuran Keberhasilan Natuna ke Depan

Pertumbuhan ekonomi tanpa migas yang berbalik positif merupakan perkembangan yang patut dicatat. Dengan capaian 0,59 persen, penguatan sektor produktif di luar migas masih membutuhkan kerja berkelanjutan.

Bagi Natuna, ukuran keberhasilan ke depan bukan hanya seberapa besar angka pertumbuhan ekonomi meningkat. Seberapa jauh nelayan, pelaku usaha kecil, petani, dan masyarakat desa memperoleh manfaat dari pertumbuhan itu menjadi penentu.

Ekonomi daerah yang kuat bukan semata-mata terlihat dari potensi sumber daya alamnya. Kemampuan masyarakatnya untuk tumbuh dan memperoleh penghidupan yang lebih baik menjadi indikator sesungguhnya.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: wahanaindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top