KEPULAUAN RIAU — Radja Nainggolan mengaku menyesal tidak pernah memperkuat Timnas Indonesia sepanjang karier sepak bolanya. Pemain berusia 38 tahun itu menyebut peluang membela Skuad Garuda bisa memberinya karier internasional hingga 15 tahun, jauh lebih panjang dari yang ia jalani bersama Timnas Belgia.
Penyesalan itu disampaikan Nainggolan dalam wawancara bersama media Belgia, Het Nieuwsblad, pekan lalu. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Marianus Nainggolan, yang bersuku Batak Toba, tetapi memilih menjadi warga negara Belgia dan membela Red Devils sejak 2009.
Pilihan tersebut membawanya mencatat 30 penampilan bersama Timnas Belgia senior dalam kurun sembilan tahun. Laga terakhirnya terjadi pada 28 Maret 2018 melawan Arab Saudi dalam pertandingan uji coba, sebelum karier internasionalnya berakhir di bawah asuhan pelatih Roberto Martinez.
Nainggolan menilai keputusannya memperkuat Belgia membuat karier internasionalnya tidak berjalan sesuai harapan. Ia menyebut perjalanan bersama Red Devils tamat lebih cepat dari yang seharusnya.
"Terutama ketika saya melihat karier internasional saya di sini, dan bagaimana karier itu berakhir di bawah asuhan Roberto Martinez. Saya bisa saja memiliki karier selama lima belas tahun sebagai pemain tim nasional Indonesia," ucap Nainggolan.
Pemain kelahiran Antwerpen itu kini memperkuat Patro Eisden, klub kasta kedua Liga Belgia. Sepanjang karier klubnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di Liga Italia bersama Cagliari, AS Roma, dan Inter Milan.
Nainggolan membayangkan pengalaman berbeda jika dirinya membela Timnas Indonesia. Ia menyoroti besarnya jumlah penonton yang memadati stadion pada laga-laga internasional.
"Di sana ada tujuh puluh ribu penonton untuk satu pertandingan melawan Vietnam atau Irak, begitu fanatiknya pendukung mereka," kata Nainggolan.
Ia juga menyinggung soal fasilitas dan dukungan sponsor yang diterima pemain tim nasional Indonesia. Menurutnya, hal itu menjadi nilai tambah yang tidak ia rasakan di Belgia.
"Uang pun dilemparkan ke mana-mana. Para pemain bahkan disponsori Louis Vuitton, Hublot, Rolex. Sementara pemain internasional seperti Ivar Jenner di sini hanya bermain untuk Jong Utrecht," lanjutnya.
Penyesalan Nainggolan bukan hanya soal durasi karier. Ia menilai ketenaran bersama Timnas Indonesia bisa dimanfaatkan untuk membangun citra dan masa depan setelah pensiun dari sepak bola.
"Ketenaran di sana, sensasi yang ada, untuk citra Anda, itu juga bisa Anda manfaatkan untuk masa depan jika Anda berhenti bermain sepak bola. Saat itu saya tidak memikirkannya, tetapi sekarang setelah berusia 38 tahun, saya melihatnya dengan cara yang berbeda," tuturnya.
Sepanjang kariernya, Nainggolan juga pernah memperkuat Timnas Belgia di berbagai kelompok umur, mulai U-16, U-19, U-20, hingga U-21. Debutnya bersama tim senior terjadi pada 29 Mei 2009.