Gunung Semeru Erupsi Lagi Rabu Malam, Status Masih Level III Siaga

Penulis: Bastian Sihombing  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:08:01 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi pada Rabu malam dengan status masih Level III (Siaga).

KEPULAUAN RIAU — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Rabu (14/10/2026) pukul 18.24 WIB, menambah daftar letusan yang sudah terjadi 26 kali dalam sepekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia melaporkan visual letusan tidak teramati, namun erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berada di Level III (Siaga).

Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia mencatat 5.105 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Dari angka itu, Gunung Semeru menyumbang 1.984 letusan — terbanyak dibanding gunung api lain di Tanah Air.

Pengamatan kegempaan pada 14 Oktober 2026 pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan 22 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 72-182 detik. Terjadi pula 5 kali gempa guguran beramplitudo 4-6 mm selama 44-120 detik, serta 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-7 milimeter dan durasi 56-60 detik.

Zona Berbahaya di Sektor Tenggara

PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Alasannya, kawasan sempadan sungai berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Material vulkanik yang bercampur air sungai bisa mengalir lebih cepat dari perkiraan.

Arti Status Siaga bagi Warga dan Pendaki

Level III (Siaga) merupakan status waspada tinggi yang ditetapkan PVMBG berdasarkan pemantauan intensif. Pada level ini, aktivitas pendakian ke puncak Semeru umumnya ditutup dan warga di radius tertentu diminta bersiaga.

Bagi traveler yang punya rencana mendaki atau berkemah di kawasan Semeru, status ini jadi acuan utama. Informasi terkini soal pembukaan jalur dan titik aman dapat dikonfirmasi ke pos pendakian Ranu Pani atau dinas pariwisata setempat.

Yang Perlu Dipantau Sebelum ke Kawasan Semeru

Erupsi susulan masih mungkin terjadi mengingat frekuensi letusan sepekan terakhir. Pantau laporan resmi MAGMA Indonesia dan akun PVMBG untuk perkembangan status gunung.

Hindari mendekati aliran sungai yang berhulu dari Semeru, terutama saat hujan turun di kawasan puncak. Awan panas dan lahar dingin bisa turun tanpa peringatan visual yang jelas dari kejauhan.

Bagi warga di desa-desa sekitar lereng, siapkan jalur evakuasi dan simpan dokumen penting di tempat yang mudah dijangkau. Koordinasi dengan aparat desa atau BPBD setempat membantu memastikan informasi darurat sampai cepat.

Kunjungan wisata ke kawasan Semeru sebaiknya ditunda hingga status turun. Keselamatan tetap prioritas utama dibanding agenda liburan.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top