Toyota TMMIN Bidik Ekspor Amerika Latin, Kejar 300 Ribu Unit

Penulis: Topan Lubis  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:28:31 WIB
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto berbicara dalam Trade Expo Indonesia 2026 di Tangerang, Rabu (14/10).

KEPULAUAN RIAU — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengalihkan bidikan ekspor ke Amerika Latin setelah konflik Timur Tengah menekan pengiriman ke kawasan tersebut. Meski ekspor nasional turun sekitar 10%, ekspor Toyota Indonesia justru tumbuh 2,5% dan perusahaan menargetkan lebih dari 300 ribu unit sepanjang tahun ini.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyatakan Asia masih menjadi kawasan tujuan ekspor utama Toyota Indonesia, disusul Amerika Latin. Timur Tengah yang sebelumnya menjadi salah satu pasar penting kini terganggu oleh konflik berkepanjangan.

"Di Timur Tengah (ekspor kendaraan) akan menurun. Namun karena situasinya seperti itu, negara lain naik, sehingga total ekspor kita tetap naik 2,5%," kata Nandi saat ditemui di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Tangerang, Rabu (14/10).

Kontribusi Toyota Capai 60% Ekspor CBU Nasional

Penurunan ekspor nasional sekitar 10% tidak berdampak signifikan terhadap kinerja Toyota. Perusahaan justru mencatat pertumbuhan 2,5% dan menyumbang sekitar 60% terhadap total ekspor mobil utuh atau Completely Built-Up (CBU) nasional pada 2026.

Model andalan ekspor Toyota Indonesia meliputi Avanza, Fortuner, Kijang Innova, serta Yaris Cross termasuk varian hybrid. Perusahaan berharap dapat mengirim lebih dari 300 ribu unit kendaraan sepanjang tahun ini.

Hybrid Jadi Andalan untuk Pasar Amerika Latin

Nandi menilai kendaraan hybrid memiliki peluang besar di berbagai negara, termasuk Amerika Latin. Teknologi ini membantu konsumen menghemat bahan bakar tanpa bergantung pada infrastruktur pengisian daya seperti kendaraan listrik berbasis baterai.

"Untuk pasar hybrid, sebenarnya hampir semua negara cocok, tergantung modelnya. Negara-negara seperti di Amerika Latin ingin efisiensi bahan bakar, tetapi tidak perlu infrastruktur," ujarnya.

Pendekatan hybrid dinilai lebih relevan untuk pasar berkembang yang belum memiliki jaringan charging station memadai. Toyota memposisikan varian ini sebagai jembatan transisi menuju elektrifikasi penuh.

Jajaki Ekspor Suku Cadang ke Meksiko

Selain kendaraan utuh, Toyota Indonesia menjajaki ekspor suku cadang otomotif ke Meksiko. Nandi mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Meksiko untuk membahas peluang perdagangan, termasuk upaya mengatasi kendala kuota dan memperluas akses pasar.

Ekspor kendaraan ke suatu negara turut membuka kebutuhan pengiriman suku cadang untuk pemeliharaan selama masa pakai kendaraan. Produsen perlu menyediakan suku cadang setidaknya selama 15 tahun.

"Kalau kita ekspor satu mobil Avanza saja ke Meksiko, kita harus menyediakan suku cadang Avanza itu selama 15 tahun. Itu sebenarnya suatu potensi yang luar biasa," kata Nandi.

Peluang tersebut dinilai dapat memperluas kontribusi ekspor otomotif Indonesia, tidak hanya melalui penjualan kendaraan baru tetapi juga kebutuhan pasar purnajual.

Pasar Domestik Stagnan Jadi Perhatian

Di tengah upaya memperluas ekspor, Nandi menyoroti kondisi pasar otomotif domestik yang cenderung stagnan. Pertumbuhan pasar dalam negeri dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan industri otomotif nasional.

Toyota tidak meminta kebijakan khusus, melainkan mengharapkan kebijakan yang adil agar pasar domestik dapat tumbuh dan memberikan kepastian bagi pelaku industri.

"Yang paling penting bagaimana mengamankan pasar domestik, atau membuat pasar domestik tumbuh. Itu menjadi hal yang penting," ujarnya.

Indonesia masih menjadi basis produksi Toyota untuk sejumlah segmen kendaraan, termasuk kendaraan penumpang dan kendaraan niaga. Pertumbuhan pasar domestik diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan ekspor.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top