KEPULAUAN RIAU — Agen Nico Williams, Felix Tainta, mengungkap alasan di balik gagalnya kepindahan kliennya ke Barcelona. Ketidakpastian finansial dan kekhawatiran soal pendaftaran pemain menjadi faktor utama yang membuat kesepakatan tak terwujud.
Felix Tainta menegaskan bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan negosiasi dengan Barcelona diambil setelah muncul keraguan serius soal kemampuan klub mendaftarkan pemain anyar. Ia menyebut kondisi administratif Barcelona saat itu tidak memberikan jaminan yang cukup bagi Williams untuk mengambil risiko besar dalam kariernya.
Pemain sayap Athletic Bilbao tersebut sempat menjadi target utama Barcelona pada bursa transfer lalu. Namun proses negosiasi yang berlarut-larut akhirnya kandas sebelum mencapai tahap final.
Tainta mengungkapkan bahwa masalah finansial Barcelona menimbulkan pertanyaan besar soal apakah Williams bisa langsung didaftarkan dan bermain di kompetisi resmi. Situasi tersebut membuat agen dan pemain memilih sikap hati-hati.
Menurut Tainta, Williams tidak bersedia mempertaruhkan kariernya yang sedang menanjak dengan pindah ke klub yang memiliki masalah administratif serius. Ia menuntut kepastian penuh sebelum menyetujui kemungkinan kepindahan apa pun.
"Nico itu Formula 1. Jika saya datang ke rumah Anda, saya tidak harus menanggung masalah Anda," ujar Tainta.
Pernyataan tersebut menggambarkan posisi Williams sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Eropa. Pemain timnas Spanyol itu dianggap sebagai aset berharga yang tidak perlu mengambil risiko berlebihan demi kepindahan ke klub dengan kondisi keuangan belum stabil.
Tainta menambahkan bahwa keputusan final diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk jaminan menit bermain dan kepastian status pemain.
"Itulah yang saya sampaikan agar Barca mengerti. Kami memutuskan bahwa tanpa jaminan tertentu, kami tidak bisa mengambil risiko Nico pergi ke sana lalu tidak bermain," lanjutnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa faktor utama bukan soal nilai kontrak atau proyek olahraga, melainkan kepastian bahwa Williams bisa langsung berkontribusi tanpa terhambat masalah administratif klub.
Williams akhirnya memilih bertahan di Athletic Bilbao dan melanjutkan perannya sebagai pemain kunci. Keputusan tersebut terbukti tidak mengurangi performanya bersama klub maupun timnas Spanyol.
Tainta juga menyinggung soal Piala Dunia yang menjadi pertimbangan tambahan dalam keputusan tersebut. Namun ia menekankan bahwa Williams adalah profesional yang harus bisa menjalankan pekerjaannya dalam kondisi apa pun.
"Terlepas dari apakah Piala Dunia sudah di depan mata, seperti yang memang terjadi saat itu, atau tidak. Ia seorang profesional yang harus bisa menjalankan pekerjaannya," kata Tainta.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan menolak Barcelona bukan semata-mata soal menjaga kondisi jelang turnamen besar. Ada pertimbangan lebih mendasar soal kepastian karier jangka panjang.
Hingga kini, Williams tetap menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa. Namun pengalaman dengan Barcelona menunjukkan bahwa kepindahan ke klub dengan masalah administratif akan selalu dipertimbangkan secara matang oleh pemain dan agennya.