BATAM — Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menegaskan bahwa audiensi dengan pengurus Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Daerah Batam menjadi momentum untuk memperkuat sinergi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hal ini disampaikannya di tengah kinerja industri perbankan yang tumbuh signifikan, namun dihadapkan pada tantangan likuiditas yang meningkat.
“Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara regulator dan industri perbankan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,” kata Sinar di Kantor OJK Kepri, Batam.
Kredit Tumbuh 38 Persen, NPL Justru Turun di Bawah 1,1 Persen
Berdasarkan data OJK per Juni 2026, total kredit yang disalurkan bank umum di Kepulauan Riau mencapai Rp118,3 triliun. Angka ini tumbuh 38,01 persen secara tahunan, sementara total aset perbankan tercatat Rp114,1 triliun atau naik 12 persen.
Yang menarik, kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 1,03 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang menyentuh 2,09 persen.
Rasio LDR Tembus 104 Persen, Bank Diminta Kejar Dana Murah
Meski kinerja pembiayaan impresif, OJK mengingatkan adanya tekanan likuiditas. Hal ini tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 104,91 persen per Juni 2026, meningkat tajam dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar 84,66 persen.
Kondisi ini berarti penyaluran kredit telah melampaui jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun. Penghimpunan DPK sendiri tumbuh 11,78 persen menjadi Rp110,1 triliun, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan DPK nasional yang tercatat 10,21 persen.
OJK pun mendorong perbankan untuk meningkatkan penghimpunan dana murah atau low-cost fund agar ruang ekspansi pembiayaan tetap terjaga tanpa mengganggu stabilitas.
Baru 14,5 Persen Kredit Mengalir ke UMKM, Butuh Pendampingan
Perhatian khusus regulator tertuju pada pembiayaan sektor produktif. Hingga Juni 2026, kredit UMKM di Kepulauan Riau baru mencapai Rp17,1 triliun, atau sekitar 14,5 persen dari total kredit perbankan di daerah itu.
Nilai tersebut memang tumbuh 6,94 persen secara tahunan dengan rasio NPL 2,59 persen. Namun, OJK menilai peningkatan pembiayaan UMKM harus diiringi pendampingan agar kapasitas bisnis pelaku usaha naik dan kualitas kredit tetap terjaga.
76,9 Persen Kredit Masih Terpusat di Batam, Ini Imbauan OJK
Pemerataan penyaluran kredit menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Data OJK menunjukkan sekitar 76,9 persen atau Rp90,98 triliun dari total kredit masih terkonsentrasi di Kota Batam.
Perbankan didorong memperluas pembiayaan ke kabupaten dan kota lain di Kepulauan Riau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menggenjot roda ekonomi di luar pusat industri.
199 Pengaduan Masyarakat Masuk, Literasi Keuangan Diminta Digenjot
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, OJK Kepri mencatat 199 pengaduan masyarakat terkait layanan bank umum. Regulator meminta perbankan memperkuat sistem penanganan pengaduan agar setiap keluhan diselesaikan secara cepat dan adil.
“Kami meminta perbankan terus memperkuat sistem penanganan pengaduan agar setiap keluhan masyarakat diselesaikan secara cepat, adil, dan sesuai ketentuan,” ujar Sinar.
Selain itu, OJK mengimbau industri perbankan meningkatkan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung pertumbuhan industri perbankan yang sehat dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.