KEPULAUAN RIAU — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini tengah berbenah besar-besaran. Bukan hanya soal pembinaan atlet di lapangan, tetapi juga pembenahan birokrasi internal yang selama ini kerap menjadi keluhan para pengurus cabang olahraga.
119 Regulasi Dipangkas jadi 4 Aturan Utama
Langkah konkret yang sudah dieksekusi adalah penyederhanaan regulasi. Sebanyak 119 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) yang dianggap tumpang tindih kini diringkas menjadi hanya empat aturan utama.
Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi yang selama ini menghambat gerak cepat pengurus cabang olahraga. Dengan regulasi yang lebih ramping, diharapkan proses penganggaran dan pengambilan keputusan bisa berjalan lebih efisien.
Peta Kekuatan: dari Sepak Bola hingga Angkat Besi
Klaim peningkatan prestasi tersebut disertai sejumlah bukti nyata di berbagai ajang multievent. Indonesia sukses menempati peringkat kedua klasemen akhir SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2025.
Kebangkitan juga terjadi di cabang olahraga populer. Timnas sepak bola yang diasuh langsung oleh Erick selaku Ketua Umum PSSI berhasil mempersembahkan medali emas di SEA Games 2023. Di level Asia, tim futsal juga mencatatkan diri sebagai runner-up Asia.
“Bulu tangkis mulai kembali berprestasi. (Cabang) futsal juga menempati peringkat kedua Asia,” ujar Erick di Jakarta, Kamis (13/8/2026), dikutip dari Antara.
Dari Paris ke Aichi-Nagoya: Momentum Berlanjut?
Puncak pencapaian terjadi di Olimpiade Paris 2024. Lifter Rizki Juniansyah memecahkan rekor dunia untuk merebut medali emas, disusul Veddriq Leonardo yang juga menyumbang emas dari cabang panjat tebing.
Di sektor non-Olimpiade, nama Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi terus mengharumkan nama Indonesia di turnamen tenis internasional. Deretan hasil ini menjadi modal berharga menjelang Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.
“Prestasi (olahraga) kita hingga saat ini meningkat, meski memang belum sempurna,” kata Erick.
Meski optimistis, Erick mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Beberapa cabang olahraga dinilai belum memenuhi target yang dibebankan, sehingga evaluasi menyeluruh tetap menjadi prioritas sebelum pesta olahraga terbesar se-Asia itu dimulai.