BATAM — Sebanyak 15 program prioritas yang tercantum dalam RPJMD Kota Batam dilaksanakan bertahap sejak agenda pemerintahan Amsakar Achmad-Li Claudia berjalan. Amsakar menegaskan capaian itu sebagai bagian dari evaluasi pembangunan daerah.
"Alhamdulillah, sampai sejauh ini, 15 program prioritas yang dicanangkan oleh Amsakar Achmad-Li Claudia yang tercantum dalam RPJMD Kota Batam tersebut, secara bertahap sudah kita laksanakan dengan baik," ujar Amsakar kepada wartawan.
Perluasan Jaringan Air Bersih hingga Tanjung Sengkuang
Penyediaan air bersih menjadi salah satu sektor yang digarap serius. Pemko Batam membenahi sejumlah infrastruktur jaringan untuk memperluas layanan ke warga.
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Ladi masuk dalam rangkaian upaya tersebut. Pengembangan jaringan diarahkan hingga kawasan Tanjung Sengkuang, sementara perbaikan jaringan dilakukan di wilayah Muka Kuning.
Sambungan dari Sungai Pelungut diarahkan sampai kawasan Putra Jaya, Sagulung. Langkah itu diharapkan memperkuat sistem distribusi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat Batam.
Banjir Ditangani Lewat Koordinasi Pemko dan BP Batam
Penanganan banjir dikerjakan terpadu bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pekerjaan infrastruktur dilakukan melalui koordinasi Deputi Infrastruktur BP Batam bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.
Cakupan pekerjaan meliputi normalisasi, pendalaman, serta perbaikan sarana drainase di sejumlah lokasi yang dinilai butuh penanganan.
"Deputi Infrastruktur BP Batam dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air juga telah melakukan langkah-langkah konkret untuk melakukan normalisasi, membangun, pendalaman, dan perbaikan beberapa sarana yang meminimalisir banjir di daerah ini," kata Amsakar.
UHC Sentuh 98 Persen, Seragam Gratis Berjalan Dua Tahun
Di bidang kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam tercatat sekitar 98 persen. Warga disebut telah mendapat akses layanan melalui puskesmas maupun rumah sakit.
Pada sektor pendidikan, Pemko Batam melanjutkan pemberian seragam sekolah gratis. Program itu sudah berjalan dua tahun dan menyasar siswa SD serta SMP, baik negeri maupun swasta.
Beasiswa bagi pelajar berprestasi juga diteruskan. Amsakar menyebut sejumlah anak Batam berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di Indonesia pada tahun ini.
Pemko Batam menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Batam untuk memberi beasiswa kepada 30 anak berprestasi dari keluarga kurang mampu maupun masyarakat hinterland.
30 Perusahaan Teken MoU, 20 Persen Tenaga Kerja untuk Warga Lokal
Persoalan ketenagakerjaan turut menjadi perhatian. Pelatihan calon tenaga kerja terus digelar melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Batam untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang kerja lebih luas.
Pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perusahaan. Dalam kerja sama itu, perusahaan didorong menyediakan sedikitnya 20 persen kebutuhan tenaga kerja bagi pekerja lokal.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya memperbesar kesempatan warga Batam memperoleh pekerjaan di tengah perkembangan sektor industri dan investasi.
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen pada Triwulan II 2026
Amsakar memaparkan sejumlah indikator ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II 2026 mencapai 7,28 persen, sementara realisasi investasi hingga semester pertama 2026 tercatat Rp38,97 triliun.
Capaian itu dinilai perlu terus dijaga, sekaligus diikuti penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
"24 tahun usia Kepulauan Riau harus kita jadikan momentum untuk terus menata dan membangun kota ini dengan karya dan prestasi yang lebih baik, dengan membawa semangat baru untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dalam menuntaskan pembangunan," ujar Amsakar.