KEPULAUAN RIAU — Jonjo Shelvey mengungkap pengalamannya bermain bersama Steven Gerrard di Liverpool, sosok yang ia idolakan sejak kecil. Gelandang itu bahkan sempat tinggal bersebelahan dengan legenda The Reds tersebut selama tiga tahun di Anfield.
Jonjo Shelvey menceritakan bagaimana Steven Gerrard menjadi panutan sejak dirinya masih kanak-kanak. Saat Shelvey debut senior bersama Charlton pada 2008, Gerrard sudah mengoleksi gelar Liga Champions, dua trofi Piala FA, dan 65 caps untuk timnas Inggris.
Dua tahun berselang, Shelvey tak hanya berbagi ruang ganti dengan Gerrard, tapi juga tinggal tepat di sebelah rumahnya. Kedekatan lokasi itu membuat hubungan keduanya berkembang di luar lapangan.
DVD Karier Gerrard Jadi Sumber Inspirasi Shelvey
Shelvey mengaku tumbuh dengan menonton rekaman perjalanan karier Gerrard. Kebiasaan itu ia lakukan sebelum bertanding ketika masih kecil.
"Saya tumbuh menonton DVD tentang kariernya, jadi saya tahu segalanya tentang dia," kata Shelvey kepada FourFourTwo. "Saat masih kecil, saya menonton DVD itu pada malam sebelum pertandingan untuk memacu semangat. Saya ingin jadi seperti dia, jadi bisa bermain bersamanya luar biasa."
Keduanya tercatat bermain bersama sebanyak 36 kali untuk Liverpool sebelum Shelvey hengkang pada 2013. Ketika itu, Gerrard sudah mapan sebagai salah satu pemain terhebat klub di era modern.
Bertemu Gerrard sebagai Lawan Jadi Ujian Terberat
Setelah meninggalkan Anfield, Shelvey tetap merasakan duel melawan mantan idolanya. Baginya, menghadapi Gerrard di lapangan menjadi tolok ukur kemampuan seorang gelandang.
"Di kemudian hari saya juga menikmati bermain melawannya, karena itu ujian terberat," ujarnya.
Bagi Shelvey, yang membedakan Gerrard dari gelandang lain adalah kelengkapan permainannya. Ia menilai Gerrard punya semua atribut yang dibutuhkan seorang pemain tengah.
"Dia yang terbaik dan punya segalanya: bertahan, menembak, dan mengumpan," tambah Shelvey.
Tinggal Bersebelahan dan Dapat Tumpangan Latihan
Hubungan keduanya tidak berhenti di lapangan. Selama berseragam Liverpool, Shelvey tinggal di rumah sebelah Gerrard. Dari kamar mandi rumahnya, ia bahkan bisa melihat ke ruang tamu sang tetangga.
"Ketika saya di Liverpool, saya tinggal di sebelahnya juga, dan dari kamar mandi saya bisa melihat ke ruang tamunya, jadi saya banyak menghabiskan waktu di toilet! [Tertawa]," kata Shelvey.
Gerrard juga kerap memberi tumpangan kepada Shelvey saat berangkat latihan. Sikap membumi mantan kapten timnas Inggris itu membuatnya mudah diajak bicara.
"Dia mau memberi saya tumpangan ke latihan, dia orang yang sangat normal, mudah diajak bicara, dan apa pun yang kamu butuhkan akan dia bantu. Saya tidak bisa bicara cukup tinggi tentang dia," tutup Shelvey.