BINTAN — Pimpinan PT Bumi Batam, Sumartono, meninjau langsung kandang ternak Kelompok Tani Bina Karya, Ahad (4/10/2026). Peninjauan itu untuk memastikan kondisi kesehatan ternak dan kebersihan kandang sebelum pelaksanaan inseminasi secara berkala.
Menurut Sumartono, kebutuhan bibit ayam kampung super di Kepulauan Riau selama ini masih banyak didatangkan dari Pulau Jawa. Proses pengiriman menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi peternak setempat.
"Dengan menghasilkan bibit ayam super di Kepulauan Riau, peternak tidak perlu lagi mendatangkan bibit dari Pulau Jawa. Ini juga dapat mengurangi risiko kematian bibit selama proses pengiriman," ujar Sumartono.
Mengapa Pasokan dari Jawa Jadi Persoalan Peternak Kepri
Ketergantungan pada bibit dari luar daerah membuat peternak di Kepulauan Riau menanggung risiko lebih besar. Perjalanan panjang antarpulau meningkatkan potensi kematian bibit sebelum sampai ke kandang.
Produksi bibit ayam kampung super di dalam daerah dinilai dapat memangkas rantai distribusi itu. Peternak bisa memperoleh bibit lebih cepat dan dalam kondisi lebih baik.
Program ini tidak hanya menyasar peternak di Bintan. PT Bumi Batam menyebut Batam dan Tanjungpinang juga masuk dalam cakupan kerja sama yang sedang dibangun.
Peluang Cabang Baru jika Kerja Sama Berjalan Positif
Sumartono membuka peluang pengembangan usaha yang lebih besar. Jika kerja sama dengan para peternak menunjukkan perkembangan positif, PT Bumi Batam mempertimbangkan membuka cabang di Kabupaten Bintan.
"Kami melihat ada peluang untuk mengembangkan kerja sama ini. Kalau programnya terus bergerak maju, tidak menutup kemungkinan PT Bumi Batam akan mendirikan cabang di Bintan," katanya.
Langkah itu disebut sebagai upaya memperkuat sektor peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Kelompok Tani Bina Karya Berharap Dukungan Pemda
Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Nurliza Manurung, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kehadiran PT Bumi Batam memberi peluang bagi kelompoknya mengembangkan usaha peternakan dan meningkatkan pendapatan anggota.
Nurliza berharap pemerintah daerah ikut memberikan dukungan terhadap program itu. Menurutnya, dukungan semua pihak diperlukan agar usaha peternakan tidak berhenti pada kerja sama antarpelaku usaha saja.
"Kami berharap pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap kerja sama ini. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap usaha peternakan dapat berkembang dan meningkatkan penghasilan para petani," ujar Nurliza.
Pengembangan bibit ayam kampung super di Bintan menjadi salah satu ikhtiar memperkuat kemandirian peternakan di Kepulauan Riau. Keberlanjutan program bergantung pada hasil inseminasi berkala dan respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan kelompok tani.