BATAM — Taba Iskandar tiba di Graha PWI Kepri sekitar pukul 16.00 WIB. Kedatangannya disambut sejumlah pengurus PWI Kepri dalam pertemuan santai di Ruko Purimas B6, Batam.
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau itu datang membawa satu gagasan konkret: membuat program podcast bersama PWI Kepri. Program tersebut menyasar masyarakat Batam dan Kepulauan Riau.
Podcast Dikonsep Ringan, tapi Isinya Mencerdaskan
Taba berharap podcast itu menghadirkan dialog yang mencerdaskan. Topik yang diangkat akan menyentuh berbagai persoalan masyarakat, dikemas secara ringan agar mudah diikuti setiap episode.
Ia menilai media, khususnya PWI, punya peran strategis di tengah masyarakat.
"Media dapat membuka ruang diskusi publik. Wartawan bisa menyampaikan informasi secara luas. Kami ingin menggandeng PWI Provinsi Kepri," ujar Taba Iskandar dalam kunjungannya.
Meski begitu, Taba tidak memastikan kapan program tersebut mulai tayang. Ia menyebut pertemuan itu sebagai langkah awal, dan pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama PWI Kepri.
PWI Kepri Siap Bahas Teknis dan Narasumber
Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, PWI Kepri siap membahas rencana kolaborasi itu, termasuk teknis, materi, dan narasumber yang akan dihadirkan.
"Program podcast ini diharapkan menjadi ruang dialog bersama. Khususnya untuk membahas persoalan Batam dan Kepulauan Riau," ujar Saibansah Dardani.
Pada kesempatan itu, Saibansah didampingi sejumlah pengurus PWI Kepri. Hadir Ketua Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora, Wakil Bendahara PWI Kepri Faisal, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Pariadi SH, Hendri D. Sembiring, dan Candra P. Pusponegoro.
Kolaborasi Media dan Legislator di Daerah Kepulauan
Kunjungan ini menempatkan PWI Kepri sebagai mitra penyedia ruang dialog, bukan sekadar peliput kegiatan legislator. Bagi Taba, wartawan dinilai bisa menyampaikan informasi secara luas ke publik.
Bentuk akhir program podcast, jadwal produksi, dan siapa saja narasumber yang diundang masih akan dibahas kedua pihak. Belum ada kesepakatan tertulis yang disebut dalam pertemuan tersebut.